Sabtu | 16 Januari 2021 |
×

Pencarian

BAKTI TNI-Polri

Bukan Bermaksud Kampanye, Desa Pasedan Ini Punya Saya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Rembang – Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, adalah sebuah Desa yang terletak kurang lebih berjarak 19,7 Km dari Kota Rembang, dalam jarak tempuh waktu normal sekitar 30 menit, dengan melewati Akses jalan raya Rembang-Blora. Dimana wilayah Desa tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Blora, luas wilayah 9,660 Km² dan jumlah penduduk sekitar 4,324 jiwa, serta kepadatan 223 jiwa/Km².
Desa Pasedan termasuk sebagian Desa yang terpencil dan terisolir di wilayah Kabupaten Rembang, dan sekarang Desa Pasedan mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Rembang, melalui TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang.

Dimana sebenarnya pihak Kodim 0720/Rembang memang sudah lama menjadikan Desa tersebut sebagai sasaran TMMD.

Loading...

Pihak Kodim 0720/Rembang sempat menemui hambatan dan kendala dalam mengurusnya, terutama tentang perijinan dari Perhutani (Perusahaan Hutan Indonesia).

Tetapi sekarang Warga Desa Pasedan sedikit senang, pasalnya Desa mereka sekarang diperhatikan dan sedikit terkenal, berkat kunjungan para pejabat-pejabat datang pada Senin, 15 Oktober 2018 kemarin, sesaat selesai Upacara pembukaan TMMD Reg-103 di Desa Kemadu, Kecamatan Sulang.
Terutama Kepala Desa Pasedan lah yang merasa sangat bangga dan senang tidak karuan.

Namanya adalah Kusman, usia 53 tahun, kelahiran Dukuh Bencili, Desa Kebon Agung, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, dikarunia tiga orang anak (2 laki-laki dan 1 perempuan), dari Istrinya yang bernama Indah, yang rencananya akan mencalonkan diri sebagai salah satu anggota Dewan dalam Pileg (Pemilihan Legislatif) 17 April 2019 mendatang.

Bukan bermaksud Kampanye atau Promosi”, karena pak Kusman di Desanya memang orang yang cukup terpandang, maka dari itu istrinya pun disarankan oleh warga serta masyarakat yang lebih mengenal dekat dengan beliaunya supaya mencalonkan dirinya.

Loading...

Dukuh Ngotoko ke Desa Pasedan memang memiliki jalan yang panjang dan rusak, jarak dari Dukuh Ngotoko ke Desa Pasedan sekitar 4 km. Dan Dukuh Ngotoko letaknya sekitar 3 kilometer dari pusat Desa Pasedan, sedangkan seluruh Fasilitas umum, seperti sekolah dan Bidan Desa pun hanya ada di pusat Desa Pasedan”, kata Kusman.

Anak-anak warga Dukuh Ngotoko kalau mau berangkat sekolah ke Desa Pasedan sebagian juga ada yang jalan kaki, dan mereka pun berangkat lebih awal pagi-pagi sekitar jam 05.30 setiap harinya. Karena jarak tempuh memakan waktu kurang lebih 1 jam”, pungkasnya.

Dulu juga pernah ada ibu-ibu hamil yang hendak melahirkan akan dibawa ke Bidan Desa yang tempatnya di Desa Pasedan, dengan menggunakan kendaraan sepeda motor.

Karena menempuh jalan yang cukup jauh dan rusak, akhirnya sang ibu ini pun melahirkan di tengah-tengah perjalan, beruntung saja semuanya dapat diatasi dan kondisinya pun baik-baik saja”, ungkapnya.

Saya merasa sangat bersyukur sekali dengan adanya TMMD di Desa saya. Harapan saya, semoga dengan Akses jalan yang telah diperbaiki ini, bisa memperlancar semua Aktifitas warga dan pengguna jalan lainnya”, tambahnya.

Loading...
Loading...