Rabu | 05 Agustus 2020 |
×

Pencarian

KARIMUN

Perkiraan Pendapatan Kabupaten Karimun Tahun 2019 Turun 0,91 Persen

perkiraan pendapatan karimun

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Proyeksi pendapatan daerah Kabupaten Karimun tahun 2019 menurun, dengan angka pembahasan sebesar Rp1.265.797.555.000.

Penurunan itu disampaikan Bupati Karimun Aunur Rafiq dalam pidato pengantara rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kabupaten Karimun tahun 2019, di DPRD Karimun, Rabu, 31 Oktober 2018.

Loading...

Kata Rafiq, jika dilihat dari angka pendapatan murni ditahun 2018 sebesar Rp1.277.497.207.635, maka pendapatan ditahun 2018 menurun sebesar 0,91 persen atau tidak sampai satu persen.

“Kita tidak perlu terlalu optimis, karena Putusan Menteri Keuangan (PMK) belum turun. Kemudian ada tunda salur dana pusat, jika sudah ditransfer nanti itu pun kita cantumkan juga, yang sampai saat ini belum ditransfer dan masih menanti kejelasan nilainya. Angkanya sekitar empat persen dari yang kemarin, nanti jika PMK nya muncul itu bisa berubah,” jelas Rafiq.

Kata dia, proyeksi tersebut baru sebatas penyampaian laporan sementara. Sehingga dia tidak mau terlalu optimis. Namun masih tetap berharap PMK segera keluar, karena nantinya akan diterima Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAU), termasuk dana transfer pusat lainnya seperti bagi hasil dan sebagainya.

“Kita kan belum dapat. Jadi dari pada kita masukkan dan ternyata itu tidak keluar, sehingga akhirnya kita menganggarkan tapi terpaksa memangkas. Penurunan ini pun tidak terlalu besar, tidak sampai satu persen, hanya 0,91 persen. Di pendapatan juga ada yang bersumber dari Provinsi, kemudian dana tranfer seperti pajak rokok dan sebagainya. Jadi kondisi sekarang kita tak terlalu optimis, masukkan anggaran yang sesuai saja,” ujarnya.

Loading...

Rafiq pun mengakui kondisi saat ini masih tetap devisit, sebesar Rp125.001.231.000. Hanya saja, angka defisit itu dapat ditutupi dengan penerimaan pembiayaan. Sehingga selisih antara anggaran pendapatan daerah degan belanja daerah menjadi nihil.

“Ya sampai saat ini kita masih defisit. Akibat ternsfer dari pusat belum turun, itu namanya disebut dengan tunda salur. Tapi kita kan masih dalam tahun berjalan dan masih ada dua bulan lagi,” tutup Rafiq. (kmg)

Loading...
Loading...