BATAM

Kakak Tua Putih Itu Diselamatkan Polisi di Pelabuhan Tikus Botania 

Senin | 19 November 2018 | 23:40
hewan dilindungi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sebanyak tujuh ekor warna putih yang merupakan hewan dilindungi diselamatkan Direktorat Polairud Polda Kepri di Pelabuhan Tikus, Botania, Jumat, 16 November 2018 sekitar pukul 13.00 WIB.

Tidak hanya Burung Kakak Tua itu saja, ada puluhan hewan yang berstatus konservasi dilindungi pemerintah juga ikut diselamatkan.

BACA: Lantaran Masih Keluarga, Dua Pencuri Tangkapan Warga Tak Dihukum

Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga di Pendopo Polda Kepri, Senin, 19 November 2018. Dalam pers rilis tersebut, Kabid Humas didampingi Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta, Kepala Karantina yang mewakili dan Kepala KSDA yang mewakili.

BACA: Syahrul Bangga Prestasi Kontingen Tanjungpinang di Pesta Siaga Kwartir

Erlangga menjelaskan, Jumat, 16 november 2018, sekitar pukul 18.00 WIB, Ditpolairud Polda Kepri melakukan penangkapan terhadap 1 unit mobil pick up dan 1 unit Speed Boat yang diawaki pelaku berinisial T selaku nakhoda dan pelaku lainnya berinisial S sebagai ABK (Anak Buah Kapal). Dari kapal diketahui ada hewan lainnya berupa 11 ekor burung dengan rincian sebagai berikut, Kakak Tua warna putih sebanyak 7 ekor, Burung Nuri Bayan betina bulu merah sebanyak 2 ekor, Nurung Nuri Bayan jantan bulu hijau sebanyak 2 ekor dan Kura-kura sebanyak 51 ekor.

BACA: Baladewa Kuburkan Mimpi 24 TKI Ilegal yang Ingin Bergaji Ringgit

Lalu, katanya berdasarkan hasil koordinasi dan identifikasi bersama KSDA Riau seksi Konservasi Wilayah II Batam, diketahui hasil indentifikasi sebagai berikut 3 ekor Burung Kakak Tua putih status konservasi dilindungi, 2 ekor Burung Kakak Tua Maluku status konservasi dilindungi, 2 ekor Burung Kakak Tua jambul kuning kecil status konservasi dilindungi dan 4 ekor Burung Nuri Bayan status konservasi dilindungi.

BACA: Rendahnya Kelulusan CPNS, BKPSDM Karimun Tunggu Kebijakan BKN

“Sedangkan terhadap barang bukti kura – kura sebanyak 51 ekor status konservasi tidak dilindungi,” katanya.

BACA: Polisi SP3 Dugaan Gratifikasi Komisioner Bawaslu Kepri

Dari pengungkapan ini, katanya, pelaku melakukan pelanggaran Pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a, huruf c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya jo pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana, dengan ancaman penjara 5 tahun kurungan. (***)

Editor :