TANJUNG PINANG

Polisi SP3 Dugaan Gratifikasi Komisioner Bawaslu Kepri

Senin | 19 November 2018 | 13:14
gratifikasi bawaslu

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang –  Penyidik Polres Tanjungpinang menghentikan proses penyelidikan kasus dugaan gratifikasi yang dilakukan tiga orang  Komisioner Bawaslu Kepri periode 2017-2022 terhadap mantan tim seleksi anggota Bawaslu Kepri, atas laporan pengaduan dilakukan  Suaib pada 12 Juli 2018 lalu.

BACA: Columbus, Penjelajah Dunia Pertama Injak Kaki di Puerto Rico

BACA: Terlibat Narkoba, Oknum Honorer Histeris saat Ditangkap

BACA: Tarian Flores Sambut Aunur Rafiq di Tanjungbatu

Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) tersebut dengan nomor : SPPP/10/X/2018/ Reskrim tanggal 30 Oktober 2018 dengan mengeluarkan Surat Ketetapan Nomor: S.Tap/10/X/2018/ Reskrim tanggal 31 Oktober 2018  tentang Penghentian Penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendi Ali didampingi Kanit Tipikor IPDA Jaya Putra Tarigan beserta anggotanya mengatakan, atas pengaduan yang dilakukan oleh salah seorang warga Kota Tanjungpinang atas nama Suaib, pihaknya telah melakukan proses penyelidikan dan langkah-langkah.

BACA: Mantan Peserta Seleksi Calon Anggota Bawaslu Dukung Mantan Timsel Lapor Balik

BACA: Agung: Tuduhan Gratifikasi Kepada Mantan Timsel Bawaslu Kepri Salah Alamat

BACA: Dugaan Gratifikasi Tak Terbukti, Mantan Timsel Bawaslu Kepri Segera Lapor Balik

BACA: Resmikan Kantor Bawaslu Kepri, Ini Pesan Wakil Gubernur

Dikatakan Efendi Ali, dalam gelar perkara yang dilakukan pada 29 Oktober 2018 dengan nomot: B /393/VII/2018 tanggal 12 Juli 2018 tentang dugaan perbuatan melanggar hukum berupa gratifikasi (pemberian hadiah). 

“Kita memaparkan hasil penyelidikan berdasarkan keterangan saksi dan ahli hukum pidana dalam gelar perkara tersebut,  tidak ditemukan adanya perbuatan pidana,” jelas Efendi Ali, Jumat, 16 November 2018.

Efendi Ali menambahkan, dari pemaparan atas pengaduan tersebut merupakan dugaan pelanggaran etik, tentu tanahnya adalah pihak Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

BACA: SMSI Teken Fakta Integritas Bersama Elemen Penting Pemilu di Tanjungpinang

Sementara Komisioner Bawaslu Kepri, Rosnawati mengatakan, atas dugaan gratifikasi tersebut telah ditangani oleh pihak DKPP. Namun tidak ada bukti yang kuat, sehingga pihak DKPP meghentikan proses atas laporan tersebut. “Di DKPP tidak dilanjutkan prosesnya, dikarenakan kurang bukti,” tandas Rosnawati.

BACA: Bawaslu Ajak LSM/Ormas untuk Mengawasi Kontestan dan Penyelenggara Pemilu

Mantan timsel Bawaslu Kepri, Adji Suradji Muhammad mengatakan, pada dasarnya ia sangat menghormati proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam melakukan penyelidikan, meskipun dirinya sudah tahu dari awal bahwa kasus tersebut bukanlah tindak pidana gratifikasi sebagaimana yang dituduhkan oleh Suaib sebagai pelapor.

BACA: Bawaslu Kepri Berharap Terujudkan Pilkada Damai, Tolak Politik Uang dan Sara

“Secara pribadi maupun sebagai mantan sekretaris timsel Bawaslu Kepri, tentu sangat mengapresiasi apa yang telah dikerjakan oleh pihak kepolisian Polres Tanjungpinang, terkait laporan dugaan gratifikasi ini hingga akhirnya di hentikan,” ungkap Suradji dan dibenarkan Siti Habibah, mantan anggota timsel lainnya. (ali)

Editor :