Minggu | 24 Januari 2021 |
×

Pencarian

AOK

HAL BIASA… Aksi Heroik Pengguna Jalan Langgar Lantas

aksi heroik

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pemandangan pengguna jalan di sejumlah ruas jalan, melakukan pelanggaran lalu lintas (lantas), sudah merupakan hal biasa. Dan ironisnya, mereka mengerti dengan kesalahan itu.

Berbagai jenis pelanggaran, dapat dengan mudah kita lihat secara kasat mata. Dan yang paling sering ditemui, kelengkapan berlalulintas yang aman dan nyaman bagi diri mereka pun, tetap diabaikan.

Loading...

BACA: Gabriel Lema Canangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi

BACA: 72 Tahun Lalu, Perundingan Indonesia-Belanda di Linggarjati

BACA: Kapolda Jadi Irup, Gubernur Ikut Upacara 73 Tahun Brimob

Hal yang paling muda, jenis pelanggaran yang paling umum ditemui, seperti, tidak menggunakan helm, kondisi kendaraan yang tidak standar, cara berkendaraan yang tidak mengindahkan keselamatan. Dan masih banyak lagi jenis pelanggaran yang dengan gampang dapat ditemui disejumlah ruas jalan.

Loading...

Begitu juga dengan pengguna jalan di Kepri dan Batam khususnya.
Sayangnya, ada bagi sebahagian pelanggar lantas ini, merasa bangga dengan pelangaran yang diperbuatnya tersebut. Ketika melakukan pelanggaran lantas, bagi pengguna jalan hanya takut kepada polisi, khususnya polisi lalu lintas (Polantas).

BACA: Usulan UMK Bintan Rp3,36 Juta, Langsung Diteruskan ke Pemprov

BACA: Pekan Depan, Presiden Jokowi Berkunjung ke Lingga

BACA: PM Sutan Sjahrir Bentuk Brigade Mobil

Jadi disaat aksi ‘heroik’ itu ketahuan, mereka hanya bisa menampilkan wajah lugu tanpa dosa. Dengan sejuta dalih, karena ada kepentingan yang mendesak, mereka minta dan memohon pengampunan.

Terlepas dari bentuk dan jenis pelanggaran itu, ada pertanyaan yang fundamental, kenapa pelanggaran itu tetap ‘terpelihara’ dengan baik?.

BACA: KPU Karimun Tetapkan 168.790 Pemilih Tetap

BACA: 6 Poin Ini Disampaikan Kapolda Kepri saat Silatulrahmi dengan Permabudhi

BACA: Penutupan TMMD ke-103, Gabriel Lema: TNI Tidak Hanya Sebatas Program

Agus, pegawai di Kecamatan Nongsa menolak ketika kondisi ini terjadi karena kurang maksimalnya tupoksi penegak hukum, khususnya Polantas. Sebuah perbincangan kecil di Rotiman, Botania, Batam Centre, Kamis, 15 November 2018, Agus menyoroti kultur (budaya) berlalu lintas masyarakat yang belum baik.

“Masyarakat ini takut dengan polisi, daripada takut dan malu dengan diri sendiri,” katanya.

BACA: Saleem Iklim Akhirnya Tutup Usia Setelah Kecelakaan Tragis yang Menimpanya, Ini Kronologinya

BACA: Apes, Niat Hati Kabur Bawa Motor Paman untuk Jumpai Orang Tuanya, ABG Ini Malah Alami Kecelakaan

BACA: Terungkap! Rem Berfungsi Baik, Ternyata Ini Penyebab Kecelakaan Tragis Truk Gula yang Tewaskan 12 Orang

Dalam obrolan santai ditemani secangkir kopi, langkah nyata yang ditawarkan kesadaran masyarakat itu sendiri. Sadar akan keselamatan, mengerti dengan kenyamanan, paham tentang aturan, maka ketertiban akan tercipta.

“Kalau tak sadar, tak ngerti dan tak paham, lantaklah. Jika terjadi sesuatu yang tak baik, harus sadar, mengerti dan paham, dengan akibatnya,” kata Agus sambil tersenyum. (eddy)

Loading...
Loading...