Jumat | 04 Desember 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

“Ma Saya Sudah di Stasiun” Centang Satu WA Dufi yang Mayatnya Ditemukan dalam Drum

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – “Ma, saya sudah di stasiun, mobil diparkir.” Pesan lewat WhatsApp (WA) ini jadi pesan terakhir yang diterima istri Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi.

Pesan WA Dufi dikirimkan ke istrinya, Bayu Yuniarti, sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat, 16 November 2018. Pagi itu, sekitar pukul 07.30 WIB, Dufi pamit berangkat ke kantor TV Muhammadiyah di Menteng, Jakpus, kepada istrinya.

Loading...

BACA: Telanjang Dada saat Digerebek, Ini Fiki Alman Pria di Kamar Angel Lelga

Mengendarai Innova warna putih, Dufi menuju Stasiun Rawa Buntu, Serpong, dari kediamannya di Gading Serpong. Tapi, setelah pesan WA terakhir, Dufi tak lagi merespons pesan istrinya.

“Terus habis itu istrinya nanya, sudah nggak dijawab. Jadi, pukul 10.00 WIB centang dua. Sore hari dihubungi checklist satu,” ujar adik Dufi, Muhammad Al Ramdoni, di Yayasan Yatim-Piatu Al-Khairiyah, Semper Barat, Cilincing Utara, Jakarta Utara, Senin, 19 November 2018.

BACA: Kombinasi yang Pas untuk Lauk, Ini Resep Sambal Udang Pete yang Lezat

Loading...

Dua hari tanpa kabar, keluarga Dufi dikagetkan oleh penemuan mayat di dalam drum di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada Ahad, 18 November 2018 sekitar pukul 06.00 WIB.

Jasad Dufi dibawa ke RS Polri, sedangkan personel Polsek Klapanunggal mendatangi rumah duka korban. Dari situ, keluarga menuju RS Polri untuk memastikan bahwa korban yang mayatnya ditemukan dalam drum di Bogor benar Dufi.

“Identifikasi itu berupa sidik jari karena semua identitas hilang, tidak ada yang melekat. Hanya sidik jari yang ditemukan melalui DVI Polri,” ujar Ramdoni.

BACA: Mana Polisinya? Saya Akan Jelaskan dengan Polisi! Teriak Angel Lelga saat Digrebek Vicky Prasetyo

Sedangkan mobil yang disebut korban sudah terparkir di Stasiun Rawa Buntu hilang. Polisi mengecek ke lokasi pada Ahad, 19 November 2018.

Ramdoni menuturkan, Dufi pernah bekerja sebagai wartawan di sejumlah media. Dia juga menjadi pekerja lepas (freelance) di stasiun TV Muhammadiyah.

BACA: Resiko Bisnis Eksplorasi Migas: Mahal dan Duit ‘Menguap’

Pihak keluarga tak curiga soal dugaan adanya perselisihan Dufi dengan orang lain. Namun mereka meminta polisi mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan Dufi, yang juga merintis usaha periklanan, PT Cahaya Gemilang.

“Selama yang kami ketahui, semasa hidupnya almarhum tidak pernah mencari musuh. Meskipun berdebat, dalam pekerjaan kan biasa. Tapi kalau mencari musuh sampai akhirnya kayak gini sepertinya (tidak). Apakah ada persaingan bisnis atau apa? Karena kan beliau pengusaha di PT Cahaya Gemilang,” sambung Ramdoni.

BACA: MotoGP Valencia Menjadi Balapan Bersejarah untuk Dani Pedrosa

Kondisi istri Dufi masih syok. Keluarga saat ini berkumpul di Yayasan Yatim-Piatu Al-Khairiyah seusai pemakaman di TPU Budi Darma, Jakarta Utara.

Dufi meninggalkan seorang istri dan enam anak. Hari ini, anak kelima Dufi berulang tahun.

“Anaknya yang nomor lima namanya Jamal, hari ini ulang tahun kedelapan, yang itu (sambil menunjuk),” kata Ramdoni.

Sementara itu, dari hasil autopsi, ditemukan luka senjata tajam di tubuh Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, yang mayatnya ditemukan dalam drum di daerah Klapanunggal, Bogor. Polisi masih menyelidiki kasus ini.

“Ditemukan luka pada leher, punggung, dada,” kata Kepala Forensik RS Polri Kombes Edy Purnomo saat dihubungi, Senin, 19 November 2018

Kombes Edy membenarkan bahwa luka di tubuh korban berasal dari senjata tajam. Dari hasil pemeriksaan jenazah, tidak ditemukan luka bekas benda tumpul. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...