Kamis | 21 Januari 2021 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Pro dan Kontra Paket Ternak Cacing untuk Diolah Jadi Makanan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Perusahaan asal Hong Kong ini luncurkan paket berisi peralatan untuk berternak cacing di rumah. Nantinya, cacing-cacing ini akan diolah menjadi makanan.

Pengusaha muda asal Hong Kong, Katahrina Unger punya cara yang unik untuk menjalankan bisnisnya. Wanita berusia 28 tahun ini merupakan pemilik Livin Farms, perusahaan start-up yang membuat inkubator untuk serangga sejak tahun 2016. Kini ia meluncurkan cacing yang aman untuk digunakan di dapur, hingga penelitian.

Loading...

BACA: Braaak.. Mobil Toyota Yaris Itu Menabrak 8 Unit Motor di Parkiran, Ini Sebabnya

BACA: Video Pendek Karya Siswa Kepri Ini Raih Juara 2 di BNPT

BACA: PNS Lewat Jalur Prestasi Berstatus Pelatnas, Gaji Dobel pun Didapatkan

“Di tahun 2050, kita akan memiliki lebih dari 9 miliar orang di planet ini. Jadi kita harus menemukan cara untuk memberi makan diri sendiri, dan memberi makan generasi selanjutnya,” tutur Unger.

Loading...

“Serangga merupakan alternatif makanan yang baik, untuk menggantikan produksi daging sekarang. Proteinnya juga tinggi. Mereka bisa tumbuh di limbah makanan, dengan ruangan kecil, dan air yang sedikit. Rasanya juga enak,” lanjutnya.

BACA JUGA

Persit KCK Cabang XXXIX Kodim0718/Pati Kunjungi Agrowisata Jollong

Tips Mudah Hilangkan Bau Bensin dalam Mobil

Diskominfo Gelar Penyaluhan Cara Bijak Gunakan Medsos

Satu paket cacing ini dihargai sekitar $140 (Rp. 2.000.000,-). Berisi inkubator kecil, tanah yang telah dipupuk, hingga bibit serangga yang nantinya akan berubah menjadi cacing dan buku panduan cara berternaknya.

Tentu saja paket cacing ini mengundang pro dan kontra. Menurut Miles Price, ahli gizi asal Hong Kong. Kandungan yang ada dalam serangga dan ulat masih belum bisa diketahui dengan akurat, bahkan paket cacing ini mungkin memiliki implikasi yang signifikan untuk keamaanan makanan dan penerimaan konsumen.

Tapi Livin Farms percaya bahwa sistem ternak cacing ini dapat bermanfaat di masa depan. Apalagi cacing-cacing ini bisa diberi makan dengan sisa makanan, dipanen tiap minggu, bisa juga dibekukan kemudian di masak menjadi beragam olahan.

Setidaknya inkubator ini dapat memproduksi 10 hingga 20 gram cacing setiap minggunya. Menurut kepala operasi Livin Farms, Clayton Wong rasa cacing lebih gurih dan manis.

“Tidak seperti daging, cacing bisa disajikan menjadi dua hidangan. Manis atau asin. Cacing sangat dinamis, dan bisa dikreasikan,” pungkasnya, yang sering memasak cacing dengan pasta dan saus tomat.(***)

sumber: detik.com

Loading...
Loading...