Rabu | 05 Agustus 2020 |
×

Pencarian

HARI INI SEJARAH

Solo, Kota yang Mempersatukan Semangat Guru di Indonesia

pahlawan tanpa jasa

MEDIAKEPRI.CO.ID – Setiap tanggal 25 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Guru di Indonesia.

Ditetapkannya Hari Guru ini adalah hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru, dan diperingati pada tanggal yang berbeda-beda bergantung pada negaranya. Di beberapa negara, hari guru merupakan hari libur sekolah.

Loading...

BERITA TERKAIT

Anambas Butuh “Sentuhan” Guru Negeri

Agar Tercipta Pendidikan yang Berkualitas

Bupati Bintan Pastikan, 2019 Insentif Guru Paud Naik

Loading...

Penetapan Hari Guru di Indonesia dimulai pada 1912. Pada tahun ini para guru sudah punya semangat dan memahami pentingnya sebuah wadah untuk tempat berkumpul. Hingga, saat itu terbentuk Persatuan Guru Hindia-Belanda (PGHB).

Pada era yang sama, bermunculan organisasi guru lainnya dengan beragam latar belakang yang berbeda seperti agama, politik, suku, dan lain sebagainya.

BACA LAINNYA

Ciptakan Spons Koral untuk Penyembuhan Luka Operasi

Pembimbing dan Siswa MTs Aqidatunnajin yang Berprestasi di OSN Lingga

Program Beasiswa untuk Pelajar di Karimun

Pada tanggal 24-25 November 1945, diselenggarakanlah Kongres Guru Indonesia di Surakarta (Solo) yang bertujuan membaurkan organisasi guru dengan latar belakang yang berbeda itu. Pada saat yang sama mereka menyatakan diri bersatu dalam wadah bernama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Pada kongres tersebut, mereka juga serentak menyuarakan untuk mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia, mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan, serta membela hak dan nasib buruh pada umumnya, khususnya guru.

Setelah 49 tahun berselang, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, tanggal 25 November ditetapkan sebagai Hari Guru. Peringatan Hari Guru juga diperingati bersamaan dengan perayaan ulang tahun PGRI.

Berkaitan dengan perayaan Hari Guru, akhir-akhir ini kita malah disuguhi pemberitaan yang melibatkan kekerasan yang melibatkan murid dan guru. Meski demikian, banyak pula contoh baik hubungan antara murid dan guru.

”Terpujilah wahai engkau Ibu-Bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku ‘tuk pengabdianmu

Lirik tersebut merupakan lagu berjudul Hymne Guru karya Sartono. Lagu tersebut biasanya dinyanyikan pada saat peringatan Hari Guru. SELAMAT HARI GURU, PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

Loading...
Loading...