Minggu | 29 November 2020 |
×

Pencarian

HARI INI SEJARAH

27 Tahun Invansi Tentara, ‘Anak Hilang’ Itu Lepas dari Pangkuan Pertiwi

timur leste

MEDIAKEPRI.CO.ID – Timor Timur merupakan sebuah wilayah bekas koloni Portugis. Wilayah ini lalu dianeksasi oleh militer Indonesia menjadi sebuah provinsi di Indonesia antara 17 Juli 1976 sampai resminya pada 19 Oktober 1999.

Kala itu wilayah ini menjadi provinsi yang merupakan provinsi di Indonesia ke-27. Perjalanan panjang yang tercatat, Timor Timur berintegrasi dengan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah dijajah selama 450 tahun oleh Portugal.

Loading...

BACA JUGA

Sejarah Lahirnya Rupiah

Panglima Terhebat dalam Sejarah Dunia

Pesona Bersejarah dan Ragam Cerita di Lawang Sewu

Loading...

Wilayah provinsi ini meliputi bagian timur pulau Timor, pulau Kambing atau Atauro, pulau Jaco dan sebuah eksklave di Timor Barat yang dikelilingi oleh provinsi Nusa Tenggara Timur.

Timor Timur secara resmi merdeka menjadi negara Timor Leste pada 20 Mei 2002.

Disadur dari wikipedia.org, berawal dari keinginan sebuah partai politik yaitu APODETI bersama UDT yang ingin berintegrasi dengan Indonesia pada 28 November 1975. Lalu, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), yang kini disebut dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan invasi militer ke Timor Timur pada 7 Desember 1975.

Natuna Dapat Dua Kapal Perkuat Transportasi Laut

‘Rahim’ FSIGB Lahirkan Penyair Perempuan Indonesia

Kolonel Ariful Lepas Kontingen FKPPI Kepri ke Jambore Nasional

Dua Putra Lingga Terpilih Wakili Kepri di Kejurnas Atletik

Kekuatan Investigasi Media hingga Mundurnya Presiden

Selama masa invasi, massa penolak integrasi (FRETILIN) dibantai oleh pasukan ABRI, sedangkan anak-anaknya dibawa ke Indonesia untuk diasuh oleh keluarga militer Indonesia. Setelah berhasil ditaklukkan, koalisi APODETI-UDT membentuk Pemerintah Sementara Timor Timur dengan Arnaldo dos Reis Araújo sebagai ketuanya.

Masyarakat merasa ingin bersatu dengan Indonesia karena persamaan budaya dengan saudara serumpunnya, Timor Barat. Bahkan pada saat Presiden Soeharto menghadiri peringatan 2 tahun Integrasi Timtim di Gedung DPRD Tingkat I Timor Timur, ia mengatakan bahwa Timor Timur adalah ‘anak yang hilang dan telah kembali ke pangkuan ibu pertiwi’. (***)

Loading...
Loading...