Jumat | 22 Januari 2021 |
×

Pencarian

TEKNOLOGI

Baru Diluncurkan Mobil SUV Lamborghini di Indonesia, Langsung Ada yang Beli Loh

pengobatan gratis

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Lamborghini pertama kali mengeluarkan segmen mobil Sport Utility Vehicles (SUV) Urus pada bulan Desember 2017. Setahun kemudian mobil resmi masuk ke Indonesia bersamaan dengan pembukaan diler baru di kawasan Pacific Place Mall, Ground Floor, G73 – G74, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Desember 2018.

BACA: Tips Mudah Hilangkan Bau Bensin dalam Mobil

Loading...

BACA: Memilukan, Berjam-jam Jalan Kaki Sambil Gendong Bayinya, Sampai Rumah Sakit Bayinya Sudah Tak Bernyawa, Ini yang Terjadi

Meski baru diluncurkan, mobil SUV tercepat di kelasnya ini ternyata sudah dibeli sama orang Indonesia lho. Hal tersebut juga diungkapkan langsung oleh Chief Excecutive Officer Asia Pasific, Automobili Lamborghini Matteo Ortenzi.

BACA: Kesehatan Itu Mahal Harganya, Wasir Bisa Jadi Gejala Kanker Usus Besar, Kenali Tandanya

BACA: Jaringan Internet Telkomsel Putus, Ini Sebabnya

Loading...

“Sudah ada yang pesan, pengiriman akan dimulai tahun 2019,” ungkap Matteo Ortenzi.

Dari segi harga, Mateo mengatakan Rp 8,5 miliar namun harga itu masih off the road, belum termasuk pajak dan lainnya. Hal senada juga disampaikan Costumer Relationship Management dan Sales Executive Lamborghini Jakarta, David M. Pangemanan.

BACA: Bentuk Mobil Perpustakaan Keliling yang Lucu Jadi Daya Tarik Anak-anak Baca Buku di Mobil Perpustakaan

BACA: Staf Khusus Presiden Jokowi Bocorkan Harga Mobil Nasional Esemka, Segini Loh Kisaran Harganya

“Tersedia delapan mobil, tapi belum masuk Indonesia. sedangkan yang masuk Indonesia baru satu unit. Yang diluncurkan ini adalah Urus pertama yang masuk Indonesia dan sudah punya customer,” ungkap David kepada wartawan.

Lebih lanjut, kerana pemesanan kata David sudah dilakukan sejak launching pertama kali Lamborghini Urus pada Desember 2017. Bagi Otolovers yang berminat, untuk saat ini masih bisa memesan namun harus menunggu, produksi tahun depan.

“Bisa tapi masuknya di produksi tahun 2019 semester 2,” ungkap David. (***)

sumber: detik.com

Loading...
Loading...