Senin | 18 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Dibungkus Kemasan Makanan Ringan, Sabu Seberat 10 Kilo dan 4 Pelakunya Diamankan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengapreasi Tim Satgas Khusus Subdit I Ditresnarkoba atas prestasi mengungkap kasus narkoba jaringan internasional dan Lapas Malang.

Polda Jatim menangkap empat pelaku dengan barang bukti sabu-sabu seberat lebih dari 10 kilogram.

Loading...

Luki menuturkan pengungkapan kasus narkoba ini dilakukan secara kontinyu di pengujung 2018 dan menjelang Tahun Baru 2019 oleh Dirresnarkoba Polda Jatim, Kombes Pol Sentosa Ginting Manik bersama anggotanya.

“Modus penyelundupan sabu dari Malaysia dibungkus kemasan makanan ringan di Bandara Juanda,” ujarnya saat acara press conference akhir tahun 2018 di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Jumat, 28 Desember 2018.

Adapun identitas pelaku pengedar narkoba asal Serawak, Malaysia bernama Wong Seng Ping (39) alias Toni.

Tersangka warga Negara Asing (WNA) itu tertangkap tangan menyelundupkan sabu-sabu seberat 2,8 Kilogram.

Loading...

Selain itu, polisi juga menyita narkoba dari tersangka Heriyanto alias Ipank (29) warga Desa Plaosan, Kecamatan Wates Kabupaten Kediri.

Adapun barang buktinya, yakni sabu-sabu seberat 3,4 kilogram.

Lalu, anggota Ditresnarkoba Polda Jatim membongkar peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas Malang.

Polisi menangkap tersangka Edie Widjayanto (44) Jl Dr Wahidin Sudiro, Desa Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan yang terbukti menyimpan sabu-sabu seberat 3 kilogram.

Ada pula tersangka Ibnu Hajar (23) warga Tempel Sukorejo, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya yang membawa sabu-sabu seberat 512,3 gram.

“Pengungkapan kasus narkoba 10 kilogram sabu-sabu ini selama 15 hari,” jelas Luki.

Luki menuturkan, ada peningkatan jumlah pemakai narkoba cukup signifikan di Jawa Timur.

Karena itulah pihaknya akan bekerja sama dengan instansi terkait dan masyarakat untuk memberantas pengedaran narkoba di daerah Jawa Timur.

“Paling rentan pengedaran narkoba menyasar kalangan pemuda generasi penerus bangsa,” ucapnya.

Terpisah, Kabid Pemberantasan Narkotika BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra menambahkan, peredaran narkoba di pengujung tahun 2018 perlu diantisipasi.

“Potensi peredaran narkoba selalu ada, apalagi saat menjelang tahun baru. Itu yang perlu diantisipasi masuknya narkotika supaya tidak masuk di Jatim,” paparnya.

Wisnu menjelaskan, maraknya peredaran narkoba saat tahun baru diduga dipicu oleh sejumlah bandar yang mencoba-coba memanfaatkan momen.

“Tahun baru petugas sibuk melakukan pengamanan sehingga diduga lengah dan bisa saja kecolongan dimanfaatkan si pengedar narkoba,” kata dia. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...