Senin | 25 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Ditengah Duka Keluarga, Benarkah Ini yang Dilakukan Sopir dan Kepala Forensik Terhadap Jenazah Korban Tsunami? Ini Kata Polisi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Serang – Polisi melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan pungutan pengambilan jenazah korban tsunami di Selat Sunda, Banten sebesar Rp 3,9 juta. Sopir hingga kepala forensik RSUD dr. Dradjat Prawiranegara (RSDP), Serang, pun diperiksa kepolisian.

Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi mengatakan, 4 orang yang diperiksa adalah kepala forensik inisial BD, sopir ambulans inisial BY, dan dua anggota forensik inisial FT dan AR.

Loading...

“Yang sudah diperiksa sementara total 4 orang, BD itu kepala forensik, FT dan AR anggota forensik dan BY itu sebagai supir ambulans,” kata Firman saat dimintai konfirmasi detikcom di Serang, Banten, Kamis, 27 Desember 2018.

Pemeriksaan, katanya dilakukan pada Rabu, 26 Desember 2018 kemarin. Penyelidikan dilakukan atas adanya dugaan pungutan pengambilan jenazah di RSUD Serang oleh oknum rumah sakit pada korban tsunami Selat Sunda.

“Diperiksa kemarin sore sampai tengah malam,” ujarnya.

Penyelidikan dugaan pungutan liar ini katanya juga akan mencari apakah menimpa korban lain. Sementara, penyelidikan dilakukan atas adanya keluhan korban tsunami asal Sumatera Utara yang kuitansi pengambilan jenazahnya tersebar di masyarakat.

Loading...

“Kemungkinan ke korban lain kita lagi dalami, kita klarifikasi betul kalau memang sudah ada bisa dinaikkan ke penyidikan,” tegasnya.

Sedangkan, Plt Direktur RSUD Serang Sri Nurhayati, pihaknya membantah hal tersebut. Menurut Sri, pelayanan sudah maksimal dan optimal.

“Terhadap pembiayaan dan kuitansi yang beredar di media massa, kami tegaskan bukan kuitansi resmi RSDP. Hal itu di luar sepengetahuan manajemen dan direksi RSDP,” kata Sri saat dikonfirmasi terpisah. (***)

sumber: detik.com

Loading...
Loading...