Minggu | 24 Januari 2021 |
×

Pencarian

AOK

Kampung Tua Penagi, Bukan Kampung Biasa

toleransi agama

MEDIAKEPRI.CO.ID – Gadis-gadis remaja terlihat asyik berfoto ria. Berlatar belakang gapura Kampung Tua Penagi, yang terletak di Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Lengkap dengan aksesoris topi dan kacamata kekinian, bedak tebal dan bibir bergincu, Merekapun Berpose tanpa malu, meski warga sekitar mencuri pandang ke arahnya sambil sesekali tersenyum.

Setelah puas mengambil beberapa foto, para gadis itu beranjak pergi, menaiki sepeda motornya, terlihat menuju ke Pelabuhan Tanjung Payung, persis berada di sebelah barat perkampungan ini.

Loading...

BACA JUGA

Natuna Dapat Dua Kapal Perkuat Transportasi Laut

Geopark Natuna Menuju UNESCO Global Geopark

Sekedar tempat untuk berfoto, itulah kondisi penagi kini. Tak banyak anak muda Natuna mengetahui keistimewaan perkampungan yang dihuni 150 keluarga ini.

Loading...

Hanya para orang tua asli Natuna yang lahir di bawah tahun 90 saja lah, yang mengetahui sejarah, betapa pentingnya perkampungan kecil di ujung landasan Bandara Raden Sadjad ini.

sejarah penagi

Ronny Kambey

Mendalami seluk beluk kampung penagi, mediakepri.co.id menemui sosok lelaki bernama Ronny Kambey, di salah satu kedai kopi di ranai. Ia adalah tokoh masyarakat penagi, yang siap berbagi cerita dengan kami. Sambil menyeruput kopinya, Ronny menerawang masa lalu.

“Diceritakan Ayah Saya. Jauh sebelum kemerdekaan RI, Pelabuhan Penagi merupakan pintu masuk ke Pulau Bunguran. Kapal-kapal dagang yang melintas Laut China Selatan, akan singgah ke Penagi sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan lain,” kata Ronny membuka cerita.

Seiring waktu, lanjut Ronny, perkampungan nelayan ini makin ramai tidak hanya dihuni orang Melayu sebagai suku asli Pulau Bunguran tetapi juga warga China yang datang dengan kapal “toa ko” (kapal besar) dari China daratan.

Rombongan warga China ini ada yang menetap di Penagi, ada juga melanjutkan perjalanan ke Sedanau dan Pulau Midai.

“Itulah asal mula banyak warga Tionghoa di Penagi, ” ucap Ronny, diiringi dengan beberapa tegukan kopi.

Kini kondisi Penagi jauh berubah. Hal ini terjadi seiring dengan terbentuknya Kabupaten Natuna tahun 1999 dengan ibukota Ranai. Perlahan tapi pasti, terjadi pergeseran pusat ekonomi dari Penagi ke Ranai sebagai ibukota Kabupaten Natuna.

Pemerintah Cina Datangi Kejari Batam Terkait 4 Warganya Divonis Mati

Maka jadilah Penagi yang kini semakin menua dan tak mampu berlari mengikuti perkembangan zaman. Namun menurut Ronny, kampung penagi memiliki kelebihan yang harus dibanggakan dan ditiru setiap orang.

“Warga Melayu, Tionghoa maupun suku lain sudah puluhan tahun hidup di Penagi, tapi tak pernah ada konflik, ” ucapnya bangga.

Natal Sederhana yang Sangat Menyentuh di SLBN Batam

Kerukunan Penagi bukan sekedar isapan jempol belaka, hal itu bisa dilihat dari rumah ibadah yang turut ‘hidup’ berdampingan, yakni Kelenteng Pu Tek Chi dan Surau Al Mukoramah.

Kendati bersebelahan, tidak pernah terdengar umat Kong Hu Chu yang terganggu dengan suara azan, ataupun muslim di sebelahnya yang terganggu dengan hiruk pikuk klenteng. Sebuah toleransi umat beragama yang patut diapresiasi setinggi-tingginya.

toleransi

Masjid dan kelenteng yang berdiri dan beraktivitas berdampingan

“Kalau ada isu perselisihan kita berembuk tokoh masyarakat dan aparat lingkungan. Bentrok terjadi karena kita tidak antisipasi. Makanya kalau ada isu sedikit kita langsung action, ” ujar Ronny, ‘membocorkan’ tips menjaga kerukunan di Kampung Penagi.

Alasan keamanan warga setempat, juga pernah membuat Kampung Penagi sempat diusulkan untuk di relokasi. Pasalnya, kampung ini persis berada di ujung landasan sebelah selatan Bandara Raden Sadjad, sehingga dikhawatirkan terjadi hal tak diinginkan.

Namun pria kelahiran tahun 1952 ini dengan lantang menolak. Bagi ia dan warga lainnya, Kampung Penagi merupakan harta tak ternilai dan bersejarah bagi kehidupan mereka.

“Dulu banyak bom Jepang tak meledak di Penagi. Saya SMP, main di atas bom itu, karena gak tau bom itu aktif, jadi kami buat ketok umang-umang. Rupanya waktu ada tim Brimob datang, diperiksa bom itu aktif, tapi sekarang sudah diangkat, ” ujar Ronny sambil tertawa lepas, mengingat masa kecilnya.

Pembunuh John Lennon Baca Buku sambil Nunggu Polisi

Ditanya apa harapannya bagi Penagi, Ronny hanya meminta Pemerintah Daerah Natuna, bantu menjaga sejarah Penagi dan menghidupkan perekonomian kampung tua ini. (alfian)

Loading...
Loading...