Jumat | 22 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Lemparan Batu ke Arah Jendela Itu Menewaskan Serda Handoko

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jayapura – Jenazah Serda Handoko, Anggota Batalyon 755/Yalet, salah satu korban meninggal saat posnya di Pos TNI 755/Yalet di Mbua, Kabupaten Nduga diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Senin,3 Desember 2018 lalu, akan diterbangkan ke Sorong, Papua Barat, untuk dimakamkan.

Sempat Dilamar, Tapi Inces Lagi-lagi Batal Menikah, Ini Kata Sang Adik

Loading...

“Jenazah akan kita bawa ke Sorong, sebab keluarganya ada di sana dan akan dimakamkan di sana,” kata Komandan Danyon 755 Yalet, Brigif 20 IJK, Devisi III Kostrad, Letkol Agus Rediyanto kepada wartawan, Rabu, 5 Desember 2018.

Tragedi Penembakan Masal di Papua, Diduga Ini Pemicunya

Menurut Agus, pihaknya hari ini juga akan ke Wamena, Kabupaten Jayawijya, untuk nelihat langsung anggotanya yang meninggal akibat penyerangan KKB di Mbua, Nduga.

Tersinggung karna Ditagih Hutang, Fajar Nekat Perkosa dan Bunuh Kasir Toko Bangunan

Loading...

“Saya sendiri belum tahu informasi penyerangan anggota saya itu. Sebab, pada saat kejadian, komunikasi kami dengan SSB terputus-putus,” ujarnya.

Sebut Pak Harto “Bapak Korupsi dan Guru Korupsi”, Petinggi PDIP Dipolisikan

Dengan adanya kejadian penyerangan ini, Agus telah memerintahkan anak buahnya di seluruh Pos TNI di wilayah Nduga untuk tetap bersiaga. “Untuk personel di Pos TNI di Mbua, apakah nanti ditarik atau tidak, terkait dengan penyerangan itu. Saya belum bisa memutuskan. Semua tergantung pimpinan tertinggi,” ujarnya.

Dalam rilis Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, aksi kebrutalan KKB juga terjadi ke Pos TNI Mbua di Nduga. Pada Senin, 3 Desember 2018 pukul 05.00 WIT Pos TNI 755/Yalet, tempat empat korban pekerja PT Istaka Karya yang lolos dan diamankan, diserang pihak KKB bersenjata standar militer campuran panah dan tombak.

Hanya Karna Model Gaun yang Dikenakannya, Artis Cantik Ini Terancam 5 Tahun Penjara. Kok Bisa, Ini Alasannya

“Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah pos, sehingga salah seorang anggota yonif 755/Yalet atas nama Serda Handoko membuka jendela dan langsung tertembak dan meninggal dunia,” kata Aidi, Rabu, 5 Desember 2018.

Kemudian, anggota pos membalas tembakan, sehingga terjadi kontak senjata sejak pukul 05.00 WIT hingga pukul 21.00 WIT. Oleh karena situasi tidak berimbang dan kondisi medan yang tidak menguntungkan, maka pada Selasa, 4 Desember 2018pukul 01.00 WIT dini hari, Danpos memutuskan untuk mundur mencari medan perlindungan yang lebih menguntungkan.

“Saat itulah, salah seorang anggota atas nama Pratu Sugeng tertembak di lengan,” kata Aidi. Pada waktu yang sama, Selasa, 4 Desember 2018 pukul 07.00 WIT, Satgas gabungan TNI/Polri berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan penyelamatan serta evakuasi korban. (***)

sumber: kumparan.com

Loading...
Loading...