Senin | 30 November 2020 |
×

Pencarian

INTERNASIONAL

Memilukan, Berjam-jam Jalan Kaki Sambil Gendong Bayinya, Sampai Rumah Sakit Bayinya Sudah Tak Bernyawa, Ini yang Terjadi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Yaman – Seorang ayah di Yaman berjalan kaki selama lebih dari tiga jam demi membawa bayinya yang mengalami malnutrisi ke rumah sakit.

Namun setelah sampai di rumah sakit, bayi berusia lima bulan itu sudah tidak tertolong.

Loading...

BACA JUGA:

Kesehatan Itu Mahal Harganya, Wasir Bisa Jadi Gejala Kanker Usus Besar, Kenali Tandanya

Rutin Mengkonsumsi 7 Buah Ini untuk Mendapatkan Perut Ramping dan Sehat

Jaringan Internet Telkomsel Putus, Ini Sebabnya

Loading...

Dokter mengumumkan bayi laki-laki itu sudah meninggal karena kelaparan.

Melansir dari The New Arab, Abdo Shoo’i mengaku tidak memiliki uang untuk membawa putranya, Aqeel, yang mengalami kekurangan gizi ke rumah sakit.

Duh Mirisnya, Aksi Jambret Sadis Ini Diketahui Beberapa Pengendara dan Mereka Diam Saja “Terlalu”

Tragis ya, Hanya karna Menolak Perintah Suami, Wanita Ini Dibakar Hidup-hidup

Tersinggung karna Ditagih Hutang, Fajar Nekat Perkosa dan Bunuh Kasir Toko Bangunan

Shoo’i akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki ke sebuah pusat medis di distrik Aslam Hajja.

Dari tempat tinggalnya, ia butuh waktu tiga jam berjalan kaki hingga ke pusat medis tersebut.

Shoo’i bahkan berjalan tanpa alas kaki.

“Saya tidak punya uang untuk membayar transportasi. Saya bahkan tidak punya cukup uang untuk membayar sampai seperempat perjalanan,” katanya kepada reporter Alaraby TV di rumah sakit.

Setelah sampai di pusat medis, dokter yang bertugas segera memeriksa bayi itu.

Mereka berusaha selama satu jam lebih untuk menyelamatkan nyawa bayi yang sudah lemah tersebut.

Namun akhirnya, dokter menyatakan bayi Aqeel telah meninggal.

Kabar duka itu tidak dapat langsung diterima Shoo’i yang sempat tampak kebingungan dengan penjelasan dokter bahwa putranya telah meninggal.

Bayi Aqeel bukan satu-satunya anak yang menjadi korban peperangan di Yaman yang mungkin telah meninggal karena kelaparan maupun penyakit, sejak pecahnya perang sipil pada 2015.

Data dari organisasi Save the Children yang dirilis bulan lalu menyebut, nyawa sekitar 85 ribu anak-anak berusia di bawah 5 tahun di Yaman terancam kelaparan dan penyakit.

Organisasi internasional itu menyampaikan perkiraan sederhana itu didasarkan pada tingkat kematian rata-rata akibat malnutrisi parah.

“Untuk setiap anak yang terbunuh akibat bom dan peluru, puluhan lainnya mati kelaparan dan hal itu sepenuhnya bisa dicegah.”

“Anak-anak yang meninggal akibat kelaparan akan sangat menderita,” kata Tamer Kirolos, direktur Save the Children di Yaman. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...