Sabtu | 19 Oktober 2019 |
×

Pencarian

HEADLINE

Pemerintah dan Pengusaha Bertemu, Ada Titik Temu Rimba Jaya, Ini Hasilnya

Minggu | 09 Desember 2018 | 23:50
rimba jaya

TANJUNGPINANG – Setelah sejumlah rumor negatif mencuat di ranah publik, Pemerintah Kota Tanjungpinang dan pengusaha Rimba Jaya melakukan pertemuan.

BACA JUGA

Syahrul Bangga Prestasi Kontingen Tanjungpinang di Pesta Siaga Kwartir

‘Angin Surga’ Pemerintah Lingga untuk Mahasiswanya di Tanjungpinang

SMSI Teken Fakta Integritas Bersama Elemen Penting Pemilu di Tanjungpinang

Dalam pertemuan ada tiga itu sendiri, ada tiga poin penting yang dibicarakan. Adapun ketiga poin itu sendiri yakni mengenai kelangsungan pedagang yang mencari nafkah di lokasi tersebut, masalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang masih ‘bermasalah’ dan tunggakan pajak pajak yang menjadi kewajiban pengusaha. 

Melalui humas Pemko Tanjungpinang diketahui, pembahasan para pedagang yang berada di Rimba Jaya diminta tidak khawatir. Karena, mereka diberi ruang untuk tetap berjualan. Namun, dalam satu dua hari kedepan, Rimba Jaya ditutup untuk sementara waktu atas pertimbangan untuk sesuatu yang lebih penting. Untuk masalah IMB, dalam proses pengurusan. Sedangkan, untuk pajak yang masih dalam tunggakan, ia menyatakan kesediaannya untuk membayar namun ia minta keringan dari Pemko Tanjungpinang untuk menyicilnya.

Hal tersebut disambut baik oleh Wali Kota Syahrul, dia mengatakan, Pemko Tanjungpinang sangat mendukung berkembangnya investasi di daerah ini. Bahkan, Rimba Jaya merupakan salah satu pusat perdagangan di daerah Tanjungpinang yang mampu membangkitkan geliat ekonomi masyarakat.

Kampung Tua Penagi, Bukan Kampung Biasa

Namun ia juga mengingatkan, agar pengusaha juga mematuhi Undang-Undang dan aturan yang berlaku, disamping memiliki hak, tentunya juga ada kewajiban yang harus dipenuhi seperti harus ada IMB terlebih dahulu baru bangunan dapat didirikan. Begitu juga, katanya, pajak harus dibayar, karena digunakan kembali untuk kelangsungan pembangunan di daerah ini.

Pemerintah Cina Datangi Kejari Batam Terkait 4 Warganya

Syahrul menegaskan hal tersebut bukan hanya pada pengusaha Rimba Jaya saja, akan tetapi juga kepada seluruh pengusaha yang ada di Tanjungpinang. Demi Tanjungpinang, tambahnya, sama-sama mentaati aturan dan memenuhi kewajiban sebagai warga negara yang baik.

“Tanjungpinang merupakan rumah besar kita, miniatur Indonesia, karena disini juga beragam suku, agama dan bangsa hidup rukun dalam harmoni Kbhinnekaan, dan ini harus sama-sama kita jaga”, ujar Syahrul.

Natal Sederhana yang Sangat Menyentuh di SLBN Batam

Ia juga menambahkan sebesar apapun masalah pasti ada solusinya, tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan kepala dingin. Syahrul berharap terkait permasalahan ini masyarakat Tanjungpinang tidak perlu resah dan tidak mudah terpropokasi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Rahma menambahkan, bahwa IMB tinggal selangkah lagi, karena yang bersangkutan sudah memilki SKRK, tinggal menunggu IMB keluar.  Untuk itu, Rahma berharap, seluruh dokumen dilengkapi, sehingga pembangunan di salah satu tempat tersebut dapat dilanjutkan kembali.

Pembunuh John Lennon Baca Buku sambil Nunggu Polisi

Selain itu, katanya lebih jauh, pajak diangsur pembayarannya, adalah upaya pemerintah untuk memberi kemudahan. Karena, katanya, ada aturannya untuk keringanan pajak sesuai Undang-Undang yang berlaku.

Pengusahan Rimba Jaya Ricard mengatakan, dengan adanya pertemuan ini ia merasa lega, bahkan ia siap membantu Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk menata Rimba Jaya, karena pusat kuliner yang satu ini banyak dikunjungi masyarakat tempatan, maupun turis lokal dan macanegara.

‘Anak Hilang’ Itu Lepas dari Pangkuan Pertiwi

“Kami mendukung sepenuhnya penataan kawasan Rimba Jaya oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang, bahkan kami siap kawasan Rimba Jaya untuk dijadikan pusat wisata, hingga orang tertarik datang ke Tanjungpinang,” ujar Ricard. (rian)

Editor :