Kamis | 21 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Usai Lakukan Ritual Adat Panggil Hujan, Roy Ditemukan Meninggal di Gubuknya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kefamenanu – Seorang petani di Desa Nian, Kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timor (NTT) ditemukan meninggal di Kebunnya di desa setempat.

Warga RT 007/RW 003, Desa Nian yang diketahui bernama Baltasar Kusi Roy itu ditemukan meninggal dunia di kebunnya pada, Senin, 24 Desember 2018 sekira pukul 07:00 Wita.

Loading...

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Kabupaten TTU, AKBP. Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H, SIK, MH kepada Pos Kupang melalui pesan singkat WhatsApp.

Krisna menjelaskan, kejadian tersebut bermula ketika pada hari minggu tanggal 23 desember 2018 sekira jam 09.00 wita, korban pergi ke kebunnya untuk melaksanakan ritual adat di wilayah RT 010/RW 002 di Desa Nian.

“Sekira pukul 23.00 Wita korban kembali ke rumah dan kemudian meyampaikan kepada istrinya bahwa besok pagi datang ke kebun untuk membantu membersihkan rumput.

Krisna menambahkan, selanjutnya korban langsung pergi ke kebun di kampung liman pada saat itu juga bersama anggota keluarga untuk melaksanakan ritual adat meminta hujan pada leluhur yang dimulai sekira pukul 09.00 Wita.

Loading...

“Selama ritual adat korban mengatakan ia sedang sakit perut sehingga tidak bisa makan dan pada pukul 22.00 Wita korban pamit untuk pulang lebih duluan karena sakit perut,” ungkapnya.

Lanjut Krisna, pada hari senin tanggal 24 Desember 2018 sekira pukul 08.00 Wita, istri korban mendatangi kebun. Setelah tiba di kebun istrinya melihat pintu gubuk tertutup sehingga langsung mendorong dan masuk ke dalam gubuk tersebut.

“Setelah berada di dalam istrinya, sempat bergurau dengan korban dengan mengatakan bangun sudah karena sudah jam 08.00 Wita. Namun setelah istrinya memegang kaki korban barulah saksi mengetahui korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi,” ujarnya.

Melihat korban sudah tak bernyawa lagi, tambah Krisna, istri korban langsung kembali ke rumah dan memberitahukan kepada semua anggota keluarganya.

Atas masalah tersebut, Krisna mengungkapkan, anggota identifikasi dari Polres TTU mendatangi TKP, untuk melakukan olah TKP. Dijelaskannya, posisi korban tidur terlentang dengan kedua tangan berada diatas dada dan kaki kanan korban menyilang diatas kaki kiri.

“Secara kasat mata tidak terdapat tanda kekerasan diseluruh bagian tubuh korban kemudian terdapat bercak air mani pada celana korban dan terdapat kotoran manusia yang keluar dari dubur korban,” jelasnya.

Pada jarak kurang lebih 10 meter dari gubuk, kata Krisna, terdapat sepasang sendal korban berwarna biru yang dilepas tepat di bawah pagar kayu pembatas kebun. Selain itu, di depan pintu masuk gubuk terdapat satu botol aqua berisi sisa miras jenis sopi kampung.

Atas peristiwa tersebut, jelas Krisna, sekira pukul 09:00 Wita, korban dievakuasi dan dibawah kerumahnya di desa Nian. Selanjutnya keluarga korban menerima kematian korban sebagai musibah dengan membuat pernyataan penolakan outopsi. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...