Sabtu | 16 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Begini Kepanikan Warga Setelah Beredar Isu Tsunami

BMKG tegaskan tak ada tsunami di Sibolga.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sibolga – Warga Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, panik setelah beredarnya isu akan terjadi tsunami. Banyak warga berusaha menyelamatkan diri ke arah pengunungan dan perbukitan terdekat.

Loading...

“Begitu cepat informasi itu tersiar, sehingga kami pun panik dan ikut menyelamatkan diri. Karena tetangga dan juga warga lainnya sudah berhamburan meninggalkan rumah masing-masing. Karena informasi yang sampai ke kami, bahwa akan terjadi tsunami karena air laut di Sibolga-Tapteng sudah surut,” kata Delora Sinaga warga Sibolga, Kamis, 10 Januari 2019.

Tewas dengan Luka Tusukan Didada, Ini Fakta-fakta Pembunuhan Noven

Akibat isu yang menghebohkan itu arus lalu lintas di Sibolga-Tapteng macet. Demikian juga di wilayah pengunungan seperti di arah Pandan dan Tukka dipadati ribuan warga dan kendaraan.

Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk juga mendapat kabar yang sama. Namun ia mnegaku tidak langsung panik dan bersama Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja langsung turun ke pinggir laut untuk memastikan apakah benar air laut surut.

Loading...

Antusias Pelajar Bersihkan Lingkungan Sekolah Bersama Anggota TNI

“Saya bersama dengan Kapolres Sibolga sudah meninjau ke tepi laut, semuanya aman-aman saja. Bahkan sudah kita minta dari pihak Penanggulangan Bencana untuk melakukan pengecekan ke BMKG pusat, dan hasilnya tidak benar akan terjadi tsunami,” katanya.

Informasi yang begitu cepat tersiar itu, menurut Syarfi adalah hoaks dan tidak jelas sumbernya. Pemkot mengimbau agar masyarakat yang sudah sempat panik dan berada di pengunungan agar turun dan kembali ke rumah masing-masing.

Ini Ucapan Terimakasih Vanessa Angel ke Jane Shalimar dan Orang Terdekatnya

Sementara itu Kapolres Tapteng AKBP Sukamat yang dikonfirmasi menyebutkan, setelah melihat reaksi masyarakat yang panik, ia langsung memerintahkan personelnya untuk melakukan pengecekan dan patroli keliling demi memastikan keamanan di rumah-rumah dan tempat pemukiman masyarakat. “Anggota langsung kita kerahkan tadi untuk memantau serta patroli dan pengamanan,” katanya.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan sensor BMKG tidak mencatat adanya aktivitas kegempaan di Tapanuli dan sekitarnya, sehingga masyarakat diminta tidak mempercayai isu tsunami yang beredar.

“Kami segera melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di sensor terdekat dimana hasilnya tidak ada aktivitas kegempaan di Tapanuli dan sekitarnya,” kata Rahmat dalam pesan tertulisnya di Jakarta. (***)

Sumber : Antara.com

Loading...
Loading...