Rabu | 27 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Beredar Hoaks Anaknya Jadi Tersangka Pembunuhan Siswi di Bogor, Ibu: Stop Fitnah

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogor – Pasca pembunuhan Andriana Yubelia Noven, Siswi SMK Baranangsiang yang tewas ditusuk hingga hari keempat masih belum menemui titik temu.

Pelaku pembunuhan Andriana Yubelia Noven masih berkeliaran bebas, sementara pihak Polresta Bogor Kota terus memburu pelakunya.

Loading...

Meski aksi pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang itu terekam CCTV, polisi tak lantas langsung mengenali sosok pelakunya.

Tewas dengan Luka Tusukan Didada, Ini Fakta-fakta Pembunuhan Noven

Namun pihak Polresta Bogor Kota mengklaim sudah mendapatkan bentuk wajah pelaku pembunuhan siswi SMK, Andriana Yubelia Noven di gang belakang Masjid Raya Kota Bogor, Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur pada Selasa, 8 Januari 2019.

Dengan melakukan scientific investigation dan penelusuran saksi-saksi akhirnya polisi pun bisa mendapatkan wajah pelaku pembunuhan.

Loading...

“Belum disebar, masih proses. Sketsa wajah digambar, berdasarkan keterangan saksi-saksi,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sonjaya, saat dihubungi pada Sabtu, 12 Januari 2019.

Keluarga Tak Menyangka, Ini Pelaku yang dengan Sadis Membunuh Pasutri di Pondok Kebun

Selain itu, Kompol Agah juga menjelaskan bahwa pihak kepolisian sudah meminta keterangan kepada beberapa saksi lainnya.

“Anak yang mengenakan pramuka belum ditemukan, tapi tidak terlalu penting juga, masih banyak orang yang melihat pelaku,” ucapnya.

Sebelumnya, polisi telah menyebut kalau pihaknya mencurigai seorang pria berinisial S yang diduga sebagai pelaku.

Sosok S disebut-sebut sebagai teman dekan dari Andriana Yubelia Noven.

Kepala Polresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser menyebut, diduga pelaku berinisial S.

“Sebenarnya, ini serba buta. Data yang kita dapat ini, kita nggak tahu dia (pelaku) itu siapa. Rekaman CCTV juga tidak terlihat jelas,” ucap Hendri di Mapolresta Bogor Kota, Rabu, 9 Januari 2019.

“Tapi, berdasarkan keterangan dari teman korban ada yang kenal dengan ciri fisik orang (pelaku) di dalam CCTV itu,” tambahnya.

Hendri menambahkan, kecurigaan polisi semakin jadi setelah S membuat statement di media sosial terkait soal penangkapan terhadap dirinya.

Kata Hendri, S sempat menulis di media sosialnya dan akan menuntut orang-orang yang telah memfitnahnya itu.

“Pelaku kan belum ketangkap. Nah, dia itu sempat memposting tulisan di medsosnya untuk mengonter tuduhan bahwa ia telah ditangkap. Justru, di situ jadi titik terang kita untuk masuk,” sebutnya.

Selang beberapa hari kemudian, polisi telah mengamankan S untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Pihaknya hanya mengamankan S untuk dimintai keterangan sebagai saksi, dan disebut kalau S kemungkinan besar bukan pelakunya.

“Belum ada (penangkapan pelaku atau penetapan pelaku), betul sudah diamankan (S), sedang dilakukan pendalaman, makanya saya belum bisa katakan itu, saya belum bisa katakan itu bukan pelaku, tapi saya bisa katakan itu kemungkinan bukan pelakunya, dari beberapa alibi yang dilakukan, bukti-bukti yang kita dapat dan saksi yang dihadirkan sama dia ini kemungkinan besar bukan pelakunya,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, Kamis, 10 Januari 2019.

Hendri menjelaskan bahwa S merupakan mantan kekasih dari Siswi SMK Bogor Andriana Yubelia Noven.

“Iya, S itu pernah jadi teman dekat,” katanya.

Foto S bersama Siswi SMK Bogor Andriana Yubelia Noven sempat tersebar di media sosial.

Melalui akun Facebook-nya, S mengatakan kalau dirinya bukan pelaku pembunuhan, dan menyebut kalau informasi yang sudah beredar adalah hoaks.

Ia juga akan menuntut orang-orang yang menyebar info hoaks tersebut ke ranah hukum.

Ia mengetakan kalau saat kejadian ia berada di Bandung.

Selain itu, ia juga mengatakan kalau hubungan dirinya dengan korban sudah berhenti sejak lama.

“Ini hoax, saya bisa tuntut anda yang menyebarkan hoax ini. Saya berada d Bandung dari tanggal 3 sampai sekarang. Saya baru tahu kejadiannya sore lewat seorang teman korban. Hubungan dengan korban sudah berhenti sejak lama. Banyak bisa bertanya terlebih dahulu sebelum ngepost. Anda merusak nama baik saya dan saya ingin menyelesaikan dengan baik-baik jadi tolong berhenti sebarkan hoax ini. Saya tidak tahu apa-apa dan d tuduh. Saya harap segera dihapus. Perlu info lebih lanjut tanyakan ke teman dekat dari korban…
Masyarakat Cinta Bogor”

Ia berharap agar orang-orang berhenti menyebar fotonya karena ia merasa dituduh dan tercoreng nama baiknya.

Tak hanya S, ibunda S juga merasa dirugikan atas info hoaks yang beredar tersebut.

Ia meminta kepada orang-orang untuk stop menyebarkan info hoaks tersebut dan merasa nama baiknya tercemar.

Melalui akun Facebook-nya, wanita bernama TA ini juga menyebut kalau S adalah anak yang baik dan tak mungkin melakukan ala yang telah dituduhkan selama ini.

Makanya jangan suka sembarangan kasih berita. Sebelum ada kejelasan jangan ambil kesimpulan seenaknya saja. Nama baik anak sy tercemar, kami merasa terganggu dan di rugikan.
Anak saya orang baik2 ,terbukti tdk melakukan kebodohan spt yg di beritakan sebelumnya.

stopfitnah #stopkebodohan #stophoax” tulisnya di akun Facebook. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...