Jumat | 22 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Keluarga Tak Menyangka, Ini Pelaku yang dengan Sadis Membunuh Pasutri di Pondok Kebun

MEDIAKEPRI.CO.ID, Belitung – Keluarga almarhum masih tidak menyangka jika Badarudin (22) adalah pelaku kasus pembunuhan pasangan suami-istri Animan (65) dan Misnawati (55) di pondok kebun Desa Simpang Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ilpi Yanto, putra kandung korban mengatakan sebelumnya hubungan antara orangtuanya dan pelaku baik-baik saja layaknya hubungan saudara.

Loading...

Bahkan orangtuanya selalu meminta bantuan pelaku untuk memanen lada saat musim panen tiba.

Tarif Tiket Pesawat tak Lagi Murah, Ini Kata Pengamat Penerbangan

Antasari Azhar: Ingat, Pelaku Teror Itu Akan Lebih Duluan Bergerak Daripada yang Akan Diteror

“Hubunganya sih biasa, namanya juga saudara. Kalau sedang panen sahang (lada) dia (pelaku) pasti dipanggil dan almarhum juga tidak sayang kalau ngasih upah ke dia,” kata Ilpi Yanto.

Loading...

Badarudin bukan orang asing dalam kehidupan pasangan suami istri yang dibunuhnya.

Badarudin bisa disebut cucu pasangan ini.

Pasalnya, Badarudin adalah cucu dari abang kandung korban atau ayahnya Badarudin adalah anak dari abang kandung korban.

Jadi wajar, jika Badarudin memanggil pasangan ini sebagai kakek dan nenek.

“Iya masih ada hubungan saudara antara pelaku dan korban, dia ini (pelaku) cucu dari abang korban,” ujar kapolres.

Jajaran Satreskrim Polres Belitung masih terus melakukan pengembangan terhadap tersangka pembunuhan pasangan suami isteri, Badarudin.

Kasatreskrim Polres Belitung, AKP Bagus Krisna Ekaputra mengatakan, untuk sementara pihaknya akan menjerat tersangka dengan hukuman maksimal atas tindak pidana yang dilakukannya.

“Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan di Mapolres Belitung. Pelaku sementara ini akan kami ancam dengan pasal pembunuhan dengan hukuman maksimal,” ujarnya.

Ia mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan secara intensif kepada tersangka, pihaknya sudah menemukan barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku.

Menurut Bagus, barang bukti tersebut masih ditemukan di lokasi kejadian dan tidak sempat dibuang tersangka.

Pelaku Menyerahkan Diri ke Polisi

Tiga hari menjadi buruan polisi, Badarudin pelaku pembunuhan pasangan suami istri Animan (65) dan Misnawati (55) di pondok kebun, Desa Bantan, Kecamatan Membalong, akhirnya menyerahkan diri ke Polres Belitung, Rabu 9 Januari 2019.

Badarudin diketahui menyerahkan diri diantar seorang anggota keluarganya menggunakan sepeda motor.

Ia datang tepat di saat seluruh jajaran Polres Belitung sedang apel pagi.

“Pelaku sedang dalam pemeriksaan secara intensif untuk mengetahuai sejauh mana aksi yang dia lakukan, “ kata Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Bagus Krisna Ekaputra.

Pihak kepolisian mengapresiasi langkah yang diambil pihak keluarga lantaran berhasil membujuk terduga pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Badarudin mengakui perbuatan di hadapan penyidik Polres Belitung membunuh pasangan suami istri yang tak lain adalah kakek dan neneknya.

Dalam menjalankan aksi kriminalnya, Badarudin mengaku seorang diri atau tak ada seorang pun yang membantu.

Tindakan itu dilakukan Badarudin di sebuah pondok kebun Desa Simpang Rusa (sebelumnya Desa Bantan), Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Kamis 3 Januari 2019 sekitar pukul 19.30 WIB.

“Tadi sudah diintrogasi‎ dari jajaran Satreskrim, kejadian itu dilakukan pada malam Jumat pekan lalu. Berdasarkan pengakuan pelaku, dia melakukan perbuatan itu seorang diri,” ujar Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana.

Pelaku Mengaku Tersinggung

Berdasarkan hasil interogasi, jajaran Satreskrim Polres Belitung berhasil mengungkap kronologis pembunuhan pasutri dari pengakuan Badarudin (22) terduga pelaku.

Menurut Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana terduga pelaku sudah menceritakan awal mula sampai terjadinya pembunuhan tersebut.

Kejadian bermula pada saat pelaku mendatangi pondok korban dalam keadaan mabuk pada Kamis, 3 Januari 2019 ‎berniat meminjam motor.

“Tapi tidak dipinjamkan oleh korban yang dalam hal ini Animan (kakek korban). Lalu pelaku merasa tersinggung dengan perkataan korban karena kalau dipinjamkan sering bikin ribut lah,” ungkap Yudhis Rabi 9 Januari 2019.

Karena merasa tersinggung dan dalam kondisi mabuk, akhirnya pelaku mencabut sebilah pisau yang diselipkan di pinggangnya.

Lalu, satu tusukan bersarang di perut kanan Animan‎ tapi korban melakukan perlawanan.

Akhirnya pelaku mengambil sebilah parang yang terletak di dekat pintu pondok dan digunakan untuk membacok korban dua kali di bagian perut serta leher.

“Melihat kejadian itu, Misnawati istri Animan ini mencoba membantu suaminya. Jadi dia dorong pelaku ini,” katanya.

Nahasnya, akibat dorongan tersebut Misnawati justru ikut menjadi pelampiasan kemarahan pelaku.

Pelaku kembali menusuk Misnawati dua kali di bagian perut serta satu kali bacokan di leher bagian belakang.

“Setelah melihat dua korban ini sudah tidak sadarkan diri, pelaku langsung melarikan diri. Berdasarkan pengakuan, pelaku sembunyi di kebun orang tidak kenal di sekitaran Jalan Akil Ali, Kelurahan Pangkal Lalang, Kecamatan Tanjungpandan dan mengonsumsi miras jenis arak,” jelas Yudhis.

Pihak kepolisian masih belum sampai pada kesimpulan adanya dugaan Badarudin nekat melakukan aksi kriminalnya lantaran pengaruh mental yang tidak baik.

Faktanya, pihak kepolisian menemukan kaleng bekas lem di tempat sampah di sekitar pondok kebun tersebut.

Ia menambahkan untuk lebih memperjelas kronologis yang diceritakan pelaku, jajaran Satreskrim Polres Belitung langsung melakukan pra rekontruksi di lokasi kejadian.

Informasi terkait pembunuhan pasutri oleh cucu sendiri ini sebenarnya sudah merebak di kalangan masyarakat Belitung.

Namun, pihak kepolisian sengaja untuk tidak terlalu membesar-besarkannya dengan alasan agar tidak ada aksi main hakim sendiri kepada pelaku.

Syukurlah langkah itu tepat, lantaran pelaku sudah lebih dahulu menyerahkan diri ke pihak berwenang.

“Semua info yang didapat makin menguat dan menjurus kepada pelaku. Kenapa kami tidak viralkan untuk mencegah terjadinya main hakim sendiri, apalagi terdapat keluarga korban anggota TNI, Alhamdulillah hari ini pelaku sudah menyerahkan diri,” kata kapolres. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...