Jumat | 22 Januari 2021 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Makanan Berbakteri yang Menyehatkan, Kok Bisa? Ini Penjelasannya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari merupakan sumber untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, berbagai virus dan bakteri penyebab penyakit juga semakin berkembang. Hal ini disebabkan oleh perubahan lingkungan yang tidak diikuti dengan pola hidup yang sehat, termasuk dalam kebiasaan kita mengkonsumsi makanan.

Kemudahan dalam memperoleh makanan siap saji ini, menyebabkan masyarakat beralih pada makanan tersebut yang sebenarnya kurang menyehatkan, karena pada umumnya makanan siap saji banyak mengandung kadar lemak atau gula yang terlalu tinggi.

Loading...

Namun kini Anda tidak perlu khawatir, karena di zaman yang semakin modern ini sudah banyak makanan dan minuman yang diolah menjadi makanan yang lebih bernutrisi.

Beberapa peneliti berusaha memodifikasi makanan dan minuman menjadi makanan yang tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizi dasar pada tubuh, tetapi juga memiliki nutrisi pelengkap tambahan, yang tentunya baik bagi kesehatan. Berawal dari konsep ini, maka lahirlah yang disebut dengan makanan dan minuman fungsional.

Nah, apa aja sih contoh makanan dan minuman fungsional yang lagi ngetren ini? Yuk kita lihat!

Salah satu makanan fungsional yang baru dikembangkan adalah sereal probiotik. Loh, sereal kok probiotik? Probiotik itu apasih? Probiotik sendiri artinya adalah mikroorganisme yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Sereal probiotik berarti sereal yang mengandung mikroorganisme baik yang bermanfaat bagi kesehatan.

Loading...

Anda pasti sudah sering mendengar bahwa olahan probiotik umumnya identik dengan produk susu atau dairy product, seperti yoghurt, kefir, atau produk susu asam lainnya. Namun ternyata, saat ini produk probiotik sudah bisa dikonsumsi dengan variasi lain, seperti sereal.

Berbeda dengan sereal biasa yang pada umumnya hanya kaya akan karbohidrat, sereal dengan ragi probiotik ini memiliki nilai gizi yang jauh lebih tinggi. Berbagai jenis biji-bijian dibuat menjadi sereal dan ditambahkan dengan bakteri baik yang berfungsi sebagai agen probiotik.

Bakteri yang digunakan adalah jenis Pichia kudriavzevii yang merupakan salah satu ragi untuk fermentasi bahan makanan yang tinggi akan karbohidrat, Sedangkan bakteri yang digunakan untuk pembuatan minuman probiotik dapat menggunakan Lactobacillus acidophilus.

Pembuatan makanan sereal probiotik ini terbilang mudah loh! Caranya, setiap biji-bijian yang digunakan merupakan biji yang berkualitas baik dari jenis sorgum, millet mutiara, dan gandum dipilih dan dikeringkan, lalu ditambahkan dengan tepung dan sedikit garam serta merica sebagai perisa alami. Setelah dimasak dan menjadi sereal, selanjutnya ditambahkan dengan ragi Pichia kudriavzevi dan dibiarkan dalam suhu tertentu untuk proses fermentasi. Lalu setelah 24 jam, jadilah sereal probiotik!

Sereal yang difermentasi memiliki rasa dan kualitas yang jauh lebih baik bila dibandingkan dengan sereal yang tidak difermentasi. Pada sereal fermentasi juga dihasilkan zat antioksidan dan senyawa volatile yang lebih tinggi. Senyawa volatile ini merupakan zat pemberi rasa dan aroma sedap pada makanan, sedangkan antioksidan di antaranya berfungsi untuk memperkuat sistem imun dan mencegah penuaan.

Selain sereal, banyak juga yang membuat minuman probiotik dengan variasi baru. Karena pada dasarnya minuman probiotik dapat menyempurnakan proses pencernaan dengan cara melindungi saluran pencernaan dari serangan bakteri jahat. Akan tetapi minumam probiotik ini tidak seperti yoghurt, minuman ini terbuat dari bahan non-dairy alias bukan susu sapi, sehingga aman bagi Anda yang tidak bisa mengkonsumsi laktosa.

Minuman probiotik ini terbuat dari kacang-kacangan yang tinggi akan karbohidrat. Jenis kacang yang digunakan yaitu kacang kedelai, kacang almond dan bisa juga menggunakan santan. Selain dari memperhatikan jenis dari kacang-kacang tersebut, peneliti juga membandingkan kacang yang dikecambahkan terlebih dahulu sebelum diproses dengan kacang yang tidak dikecambahkan.

Hal ini cukup menarik, karena ternyata pada saat berkecambah, biji-bijian mengalami peningkatan protein dan vitamin sedangkan kadar lemak mengalami penurunan. Zat-zat kompleks dalam biji yang dikecambahkan juga diurai menjadi zat sederhana sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh serta mempercepat proses pemasakan. Selain itu, pengolahan makanan juga dapat menjadi lebih singkat.

Cara membuatnya pun tidak jauh berbeda dari pembuatan sereal probiotik. Hanya saja, kacang yang sudah dipilih dikecambahkan terlebih dahulu, lalu dipanggang dan dihaluskan, kemudian dididihkan. Campuran minuman yang terbuat dari kacang-kacangan tersebut ditambahkan bakteri probiotik dari jenis Lactobacillus acidophilus dan dibiarkan selama 6 jam dalam suhu tertentu untuk proses fermentasi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minuman probiotik non-dairy mengandung protein, antioksidan dan polifenol yang lebih tinggi dibanding produk yang tidak difermentasi. Polifenol diantaranya berguna dalam mencegah pertumbuhan sel kanker, penyakit jantung, diabetes dan juga turut berfungsi sebagai antioksidan.

Sedangkan produk susu kedelai, susu almond dan susu santan kelapa hasil fermentasi merupakan minuman sehat dengan rasa yang paling diminati, karena rasanya yang manis dan tingkat keasamannya yang pas, serta memiliki kandungan probiotik yang paling tinggi.

Menurut Ogunremi (2016) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa pemanfaatan biji-bijian sebagai makanan dan minuman probiotik terbukti memiliki potensi yang tinggi sebagai makanan fungsional dengan kualitas rasa dan nutrisi yang sangat baik. Inovasi ini juga menunjukkan bahwa olahan makanan probiotik yang enak tidak hanya terbatas pada produk susu sapi, namun juga dapat diaplikasikan pada bahan makanan lain.

Dengan begitu, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam mengkonsumsi produk probiotik untuk kehidupan sehari-hari yang lebih sehat terutama pada orang yang intoleran dengan minuman produk susu sapi karena ini merupakan salah satu solusinya.

Pengirim
Sabrina Nurdina
Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Pendidikan Indonesia
[email protected]

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim. (***)

sumber: galamedianerws.com

Loading...
Loading...