Kamis | 24 Oktober 2019 |
×

Pencarian

RAUN WAK

Melancong ke Rumah Bagonjong di Negeri Sembilan, Malaysia

Rabu | 30 Januari 2019 | 18:21
rumah bagonjong

MEDIAKEPRI.CO.ID, Malaysia – Negeri Sembilan merupakan negara bagian Malaysia dengan ibukota Seremban. Negeri Sembilan memiliki talian sejarah dengan Minangkabau, Sumatera Barat, Indonesia. Budaya dan kesenian, serta kekerabatan dalam kehidupan sosial masyarakatnya memiliki kesamaan dengan budaya Minangkabau.

Salah satu ciri khas yang langsung terlihat saat berkunjung ke Negeri Sembilan adalah bentuk bangunan kantor pemerintah dan instansi swasta, memiliki gonjong pada atapnya. Seperti bentuk bangunan yang ada di Sumatera Barat.

Wisatawan yang hendak ke Negeri Sembilan bisa menggunakan KTM Komuter dari Stasiun Bandar Tasik Selatan yang berada bersebelahan dengan terminal bus Terminal Bersepadu Selatan (TBS). Wisatawan boleh berjalan kaki menyeberang ke stasiun KTM Komuter melintasi jembatan penyeberangan dan menuruni tangga. Untuk sampai ke stasiun Seremban, wisatawan dapat membeli tiket KTM Komuter seharga sekitar RM8.

Menurut sejarah yang tertulis di Muzium Negeri di Kota Seremban, orang Minangkabau dari Kerajaan Pagaruyung datang ke Negeri Sembilan pada awal abad 14 Masehi. Masuk melalui Melaka terus ke Renbau, salah satu kota di Negeri Sembilan.

Gapura menuju kawasan Kuala Pilah, Negeri Sembilan

Orang Minangkabau dikenal bertamadun, sehingga dapat mengambil hati penduduk setempat atau disebut Orang Asli. Seiring perjalanan waktu, kemudian berlakulah perkawinan antara orang Minangkabau dengan penduduk asli dan keturunan mereka dinamakan suku Biduanda, sebagai pewaris asal Negeri Sembilan.

Pemerintahan kerajaan di Negeri Sembilan dimulai saat Raja Melewar dating dari Kerajaan Pagaruyung, Minangkabau pada tahun 1773. Kehadirannya dijemput oleh pembesar negeri untuk menjalankan pemerintahan di Negeri Sembilan.

Bentuk bangunan Muzium Negeri memiliki kesamaan dengan Rumah Bagonjong Minangkabau di Sumatera Barat. Museum ini terdiri dari tiga bahagian, yakni Istana Ampang Tinggi, Teratak Perpatih yang mempamerkan artifak dan info sejarah dan Rumah Negeri Sembilan, yang memiliki informasi mengenai bangunan dan budaya masyarakat Negeri Sembilan pada masa silam.

Muzium Negeri berlokasi di Jalan Sungai Ujong, Seremban. Wisatawan boleh berkunjung pada hari Selasa, Rabu, Sabtu dan Minggu pukul 10.00 hingga pukul 18.00 dan Kamis pukul 8.15 hingga pukul 13.00, sedangkan Jumat pukul 10.00 hingga pukul 12.15, kemudian buka kembali pukul 14.45 hingga pukul 18.00.

Wisatawan yang hendak berkunjung ke museum ini bisa menggunakan taksi online dari terminal bus Seremban dengan tarif sekitar RM9 dan waktu tempuh sekitar 10 menit. Di komplek museum ini wisatwan tidak hanya dapat mengetahui sejarah, melainkan juga dapat berbelanja oleh-oleh berupa cokelat dengan cita rasa spesial, yang tersedia di toko oleh-oleh di depan museum.

Setelah mengetahui sejarah di Muzeum Negeri, wisatwan boleh melanjutkan perjalanan ke Muzium Diraja Seri Menanti, yang terletak di Kompleks Istana Sri Menanti, Kuala Pilah, Negeri Sembilan, Malaysia.

Untuk sampai ke lokasi, wisatawan boleh menggunakan bus umum dari terminal Seremban atau bisa juga menggunakan taksi online. Waktu tempuh sekitar setengah jam, melintasi kawasan perbukitan yang sejuk dan kawasan lapangan golf.

Wisma Negeri di Seremban, desain banguan atap bagojong.

Bentuk bangunan Muzium Diraja Seri Menanti unik dan klasik. Dibangun sejak tahun 1902, jauh sebelum Malayasia merdeka. Ketika wisatawan masuk ke dalam akan merasakan suasana seperti berada pada zaman dahulu. Karena semua interiot istana ini dtata seperti pada zamannya. Bangunan istana ini terbagi empat, yaitu Balai Rong Seri merupakan tempat tahta raja, Balai Raja Muda, Bilik Beradu dan Ruang Santapan. Pada setiap sisi ruangan wisatawan dapat melihat berbagai lukisan berkaitan dengan kerajaan.

Bagi wisatawan yang ingin stay di Seremban, banyak pilihan hotel dan penginapan dengan harga mulai dari RM80 per malam. Selain melihat suasana Kota Seremban dengan atatp bangunan seperti rumah adat di Sumatera Barat, wisatawan juga boleh menikmati suasana kota dengan aneka kuliner khas Negeri Sembilan.

Di kota ini juga terdapat Masjid Negeri Sembilan, yang dibangun sejak 1966. Masjid ini berada di Jalan Dato’ Hamzah, Negeri Sembilan.

Bangunannya memiliki sembilan tiang, sembilan anjung tambahan, dan sembilan ruang yang mencerminkan sembilan daerah pentadbiran dimiliki Negeri Sembilan. Bangunan masjid ini bernuansa rumah adat Minangkabau, memiliki tiga tingkat dengan pemandangan indah Taman Tasik Seremban.

Taman Tasik Seremban berada tidak jauh dari Masjid Negeri Sembilan, yakni di Jalan Taman Bunga. Taman ini merupakan salah satu tasik paling tua di Malaysia. Dihiasi pohon-pohon hijau dan beragam bunga tumbuh mekar.

Di taman ini juga terdapat dua buah tasik indah dan wakaf untuk pengunjung bersantai sambil menikmati pemandangan. Bagi wisatawan yang ingin aktivitas olahraga, tersedia trek jogging dan taman permainan. Juga dilengkapi panggung terapung untuk aktivitas wisata .

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai, boleh berkunjung ke Port Dickson. Merupakan kawasan wisata pantai sepanjang 18 kilometer dengan keindahan pasir putih.

Rumah tradisional Negeri Sembilan di Muzium Negeri, Seremban.

Kawasan ini merupakan salah satu tempat rekreasi paling populer di pantai barat Semenanjung Malaysia. Karena jarak Port Dickson bisa ditempuh sekitar 90 menit perjalanan dari Kuala Lumpur, sehingga pantai ini ramai dikunjungi.

Pantai Port Dickson cocok untuk berbagai aktivitas olahraga air dan aktivitas pantai.

Selain wisata pantai, Negeri Sembilan juga memiliki wisata pegunungan, yaitu wisata trekking Gunung Datuk.

Gunung ini cukup mudah didaki namun menantang, di etape terakhir harus menggunakan tali dan tangga, karena structural medan berbatuan.

Wisata trekking Gunung Datuk ramai dikunjungi wisatawan pada ujung minggu dan masa liburan. (apshek)

Editor :