Senin | 23 September 2019 |
pemkab lingga
×

Pencarian

LINGGA

Sekcam Lingga Timur Sosialisasikan PBB, Pertanahan dan Perkebunan ke Masyarakat

Jumat | 18 Januari 2019 | 18:57

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Sekretaris Camat Lingga Timur, Said Hendri mengadakan rapat dan sosialisasi tentang pajak bumi bangunan (PBB), pertanahan dan perkebunan, Jumat, 18 Januari 2019.

Pada rapat dan sosialisasi itu juga turut dihadiri Kasi Ekbang Kecamatan Lingga Timur, Said Fatahillah dan staf kecamatan serta Kepala Desa beserta staf, ketua BPB dan anggota, RW, RT dan dihadiri masyarakat Desa Pekaka.

Dalam rapat tersebut, Said Hendri menyampaikan tentang pajak ini bukan perkara baru dan memang sudah menjadi amanah Undang Undang tentang perpajakan. Akan hal itu, dia menghimbau supaya masyarakat ikut andil dalam masalah pajak.

“Syarat syarat untuk mendaftarkan pajak, seperti KTP, KK, Sporadik Tanah dan lain lain,” papar Sekcam Lingga Timur ini.

Said Hendri mengutarakan rumus atau cara penghitungan nominal wajib pajak kepada masyarakat yang hadir. Kemudian, kepada masyarakat yang belum memiliki surat tanah agar segera mengurus pembuatan ke kantor desa dengan kriterianya yakni ada tapal batas, penguasaan fisiknya diatas 10 tahun, ada bukti tanaman atau tumbuhan yang bisa dijadikan patokan bahwa tanah itu pernah diolah.

“Seandainya tanah tersebut berada di kawasan hutan, maka harus ada surat keterangan kepala desa bahwa tanah tersebut telah dikuasai melebihi 10 tahun,” ujarnya.

Menurutnya, jika surat keterangan itu tidak ada maka pihak kecamatan tidak bisa mengeluarkan registrasinya dan jika penguasaan itu lebih dari 10 tahun dan bisa dipertanggungjawabkan melalui surat keterangan dari kepala desa. Maka pihaknya (Kecamatan) akan segera menerbitkan registrasinya.

Dikesempatan itu, Kasi Ekbang Kecamatan Lingga Timur, Said Fatahillah memaparkan beberapa manfaat apabila terdaftar dalam wajib pajak. Salah satunya sebagai pertimbangan pada saat melakukan registrasi kuliah anak.

Dia juga berharap kepada masyarakat agar segera mengurus surat tanah bagi yang belum punya surat tanah dan segera mendaftarkan wajib pajak sebagai kontribusi masyarakat terhadap pembangunan daerah.

Sementara, Staf Perpajakan Kecamatan Lingga Timur, Marzuki menyampaikan masalah pembuatan sporadik dan menghimbau Pemerintah Desa Pekaka agar lebih berhati hati dalam menerbitkan sporadik untuk bangunan perumahan. Karena dalam masyarakat membangun tempat tinggal masih ada yang tinggal di tanah milik orang lain (tumpang tinggal).

Dikesempatan itu juga, masyarakat yang hadir menyampaikan berbagai keluhan. Salah satunya disampaikan oleh Usman Samad yang kebetulan sebagai saksi mengikuti setiap tahapan tahapan pembukaan perkebunan di Desa Pekaka.

Masih kata dia, mulai dibukanya lahan perkebunan itu sejak tahun 1983 dan hingga sampai saat ini masih bisa untuk ditunjukkan siapa siapa saja pemiliknya.

“Saya tahu betul tentang tahapan pembukaan lahan. Waktu itu anak saya yang kedua masih digendong dan belum pandai jalan sendiri. Anak saya lahir tahun 1983, jadi kalau penguasaan itu saya rasa sudah lebih kurang 35 tahun sudah dikuasai masyarakat Desa Pekaka,” ucap Usman yang juga pensiunan guru SD ini.

Sementara, Kepala Desa, Jangga Prayudi menghimbau kepada seluruh masyarakat agar segera membuat surat tanah guna antisipasi atau sebagai pegangan bahwa sebagai pemilik tanah tersebut sesuai dengan arahan bapak Bupati Lingga.

“Harapan kita supaya masyarakat lebih nyaman dengan status hak milik mereka jika tanah mereka sudah dibuat sporadik atau pun alas hak,” katanya sekaligus menutup acara tersebut. (bran/mkc)

Editor :