Senin | 23 September 2019 |
×

Pencarian

AOK

Catatan Tiga Tahun Kepemimpinan Awe-Nizar di Lingga (bagian 1)

Senin | 25 Februari 2019 | 13:54
awe-nizar

Menengok Aktivitas ‘Tikus’ Birokrasi di Pemerintahan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Tanpa terasa. Duet Awe-Nizar sudah tiga tahun berjalan. Dimana tiga tahun lalu, pasangan ini mendapat amanah dari seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Lingga. Melalui pertarungan politik, mereka meraih simpatisan rakyat.

Tiga tahun memimpin pemerintahan, tentu banyak hal, masalah atau persoalan yang dihadapi. Berbagai dinamika, satu per satu bermunculan. Tentu dari semua itu, ada yang menjadi pengalaman suka, bahkan tak tertutup kemungkinan, ada juga yang menjadi bagian dari kabar duka.

BACA JUGA

Siswa MA Suskes Jalankan Program Syi’ar Islam

Awe Lantik Pejabat ASN di Tanjung Napau

Dalam perjalanan untuk menjalankan roda pemerintahan, pasangan Awe-Nizar tentu tidak mampu dan tidak dapat bekerja sendiri. Hal yang pasti, mereka membangun instrumen kerja yang kuat, agar visi misi dan program kerja saat kampanye dapat berjalan dengan baik.

Dikutip dari website http://www.linggakab.go.id, Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar mengakui sumber daya manuasia adalah hal yang penting. Ia memaparkan, setelah 100 hari menahkodai Bunda Tanah Melayu, merubah mainset aparatur sipil negara (ASN) adalah hal yang paling berat.

“Merubah mainset yang terbangun 12 tahun itu, yang menjadi berat sekali untuk kami lakukan. Namun alhamdulillah sudah nampak terbangun, khususnya di kalangan SKPD,” ungkapnya.

Pertanyaannya, siapa saja ‘mereka’ yang dirangkul itu? Hal ini yang menjadi titik awal catatan mediakepri.co.id untuk tiga tahun Awe-Nizar.

Tiga tahun lalu, Awe-Nizar harus bersaing dengan tiga kandidat lainnya untuk meraih suara masyarakat di Lingga. Dengan kekuatan tim sukses (timses) yang dibangunnya, pasangan ini meraih 49,77 persen atau 25.544 suara dari total suara untuk menjadi pemimpin baru.

Perolehan suara ini dicapai dengan kerja keras. Semua yang tergabung di timses, bertukus lumus dan bekerja tiada henti untuk mengais simpatisan. Mereka meyakinkan masyarakat, Awe-Nizar memiliki visi misi dan program kerja yang patut untuk diperjuangkan.

Wakil Bupati Lingga, Nizar mengikuti upacara saat mendengarkan pengarahan Bupati Lingga, Alias Wello. (istimewa)

Tidak hanya dari partai NasDem, sebagai partai pendukung, ada segelintir oknum aparatur sipil negara (ASN) yang ikut bergabung sebagai timses bayangan. Bahkan, oknum ini dengan sangat yakin kemenangan Awe-Nizar ini, hingga ia berani berjuang sampai ‘berdarah-darah’.

Siapa dia? Kita sebut saja Sya’ban. Terlahir dari keluarga sederhana, Sya’ban sangat yakin dengan duet yang akan diperjuangkannya. Aura keyakinan terhadap duet dengan nomor urut 4 kala itu, jadi pemicunya untuk bertempur agar meraih sebanyak-banyaknya suara masyarakat Lingga.

Apakah tulus perjuangan Sya’ban? Saat itu, pertanyaan ini tidak bisa langsung dijawab. Tentu perjalanan waktu yang teratur, bisa memberikan sedikit gambaran dan pencerahan untuk menjawab pertanyaan itu sendiri.

Ditelaah statusnya sebagai ASN, tentulah banyak harapan dan angan-angan yang akan digantungkan di pundaknya Awe-Nizar. Adapun target tidak muluk yang ingin dicapainya, adalah statusnya sebagai ASN berada pada posisi aman. Tidak kalah penting, tentunya ia ingin perkuatan kondisi ekonomi dirinya agar dapat tertata dengan baik.

Salahkan harapan yang terpatri di oknum ASN itu? Tentu tidak. Dan hal itu sangat normal dan juga manusiawi. Hanya saja, tidakan yang dilakukannya itu tentu akan membantu memperkeruh dan membuat Awe-Nizar harus menelan pil pahit permasalaha dibelakang hari. Maka untuk berikutnya, jika kondisi ini tidak diperbaiki, sebagai pemimpin, Awe-Nizar harus memilih hal terbaik dari pilihan-pilihan terjelek. (tim)

Editor :