Senin | 23 September 2019 |
×

Pencarian

AOK

Catatan Tiga Tahun Kepemimpinan Awe-Nizar di Lingga (bagian 3)

Rabu | 27 Februari 2019 | 18:56
awe nizar

Aktivitas ‘Tikus’ Birokrasi Ambil ‘Paksa’ Fee Proyek di Pemerintahan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Secara umum, tiga tahun kepemimpinan Awe-Nizar di Kabupaten Lingga masuk kategori tidak mengalami kendala. Akan tetapi, bagi sebahagian elemen masyarakat ada yang menaruh kekecewaan. Soalnya, ada tindakan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berusaha mencederai kinerja pasangan ini.

Berbekal melakukan sebuah perjuangan yang ‘berdarah-darah’, saat Awe-Nizar bertarung di pesta demokrasi rakyat melawan tiga pasangan kandidat lainnya, oknum ASN, sebut saja Sya’ban, menangguk keuntungan. Bahkan, ‘kehantuannya’ ini mampu dan dirasakan sangat ampuh untuk menembus semua OPD yang ada.

BERITA TERKAIT

Menengok Aktivitas ‘Tikus’ Birokrasi di Pemerintahan

Aktivitas ‘Tikus’ Birokrasi Obrak-abrik Jabatan di Pemerintahan

Dengan ‘kekuatan’ yang dimilikinya itu, ia berhasil menjadi ‘hantu’ kepada setiap organisasi perangkat daerah (OPD) yang berada dibawah naungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga. Dan, pejabat OPD hanya bisa pasrah dan mengikuti segala sesuatu yang diinginkan Sya’ban.

Aktivitas yang paling menonjol dan sangat berani yang dilakukan oknum ini, yaitu bermain di proyek pemerintahan. Dan terkhusus, oknum Sya’ban ini sangat berani ‘menggerogoti’ setiap proyek yang ada di setiap OPD.

Bagaimana tidak, oknum ini berani mengambil keuntungan sekitar 10 persen dari nilai proyek itu sendiri. Dan bagi siapapun yang tidak mau menyiapkan bagian untuk oknum ini, tentu bersedia menanggung resiko.

Para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga yang dilantik oleh Bupati Lingga, Alias Wello. (istimewa)

Namun seseorang pun yang mendapatkan proyek dari pemerintahan itu sendiri, lebih baik menerim kenyataan, dengan berdiam diri. Para kontraktor dan pengusaha ini, lebih memilih untuk menerima apa adanya. Namun yang mereka rasakan dan sesalkan, tingkah laku dan cara ‘merampok’ oknum ASN ini.

“Kalau pekerjaan di pemerintahan, berbagi rezeki itu hal biasa. Tetapi, cara dia (oknum ASN, sebut saja Sya’ban) sangat tak baik,” kata seorang pengusaha yang tidak ingin disebutkan namanya ini sambil mengatakan bahwa oknum ASN ini sama sekali tidak ada hak untuk mengambil fee dari setiap proyek.

Disebutkannya, ketika para pengusaha tidak mau memberikan fee, biasanya 10 persen dari nilai proyek, ia akan mengancam. Meskipun, katanya lebih jauh, belum ada kontraktor yang berani membantah permintaan oknum ini.

TNI Manunggal Bangun Pulau Galang Batam Dimulai

Parkir di Kantor Bupati KKA Merusak Pemandangan

KPU Jangan Pecah Belah dan Dikotomi Pers

“Jadi, selain kita siapkan 10 persen dari nilai proyek yang kita dapat, ada dana lain bagi pejabat lainnya yang harus kita siapkan. Artinya, kita sebagai pengusaha akan dan diajar untuk ‘nakal’,’ katanya seraya lebih jauh dikatanya, dengan banyaknya pengeluaran itu sendiri, kondisi proyek yang dikerjakan menjadi tidak sesuai dengan standar yang ada.

Tidak hanya satu, dua atau tiga orang pengusaha aja yang menjerit, sebahagian besar kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah merasakan hal yang sama. Bahkan, sejumlah rekanan, sahabat dan teman-teman oknum ASN ini pun tidak diberi ampun, tetap harus mengeluarkan fee 10 persen.

Tindakan oknum ASN ini sangat meresahkan. Karena oknum ini selalu ‘menjual’ nama pasangan Awe-Nizar, harus ada tindakan serius. Dan yang bisa mengambil langkah untuk penangan yakni Awe-Nizar. Namun jika tetap dibiarkan, tentu hal ini akan mengganggu dan sangat merugikan, terhadap penilaian kinerja Awe-Nizar, sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lingga. (tim)

Editor :