Jumat | 04 Desember 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Edan, Anak Kandung Diajak Mesum dengan Bapak Tiri di Kamar Mandi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Suami istri, Rahmat Taufik dan Mira melibatkan putrinya dalam praktik seks menyimpang. Korban berinisial KN yang baru berusia 15 tahun, diajak ibu kandung dan ayah tirinya untuk melakukan hubungan badan.

“Persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Ini dilakukan oleh ibu kandung dari korban dan juga bapak tirinya secara bersama-sama melakukan persetubuhan terhadap anak (threesome). Jadi (pelaku) suami istri,” jelas Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya kepada wartawan di Maporles Jakarta Selatan, Kamis, 7 Februari 2019.

Loading...

Ujian Seorang Pedagang, Bagi Orang Beriman Materi Adalah Sarana

Kasus ini terungkap setelah korban mengadu kepada ayah kandungnya. Ayah dan ibu kandung korban sudah lama bercerai, sekitar 7-8 tahun lalu. Korban menceritakan bahwa dia disetubuhi ayah tirinya. Bahkan perbuatan ini didukung ibu kandungnya.

“Jadi ini perbuatan yang sangat bejat dan biadab yang terjadi di wilayah kita,” tegasnya.

Vanessa Angel Dikabarkan Sudah Punya Anak, Ini Kata Sang Ayah

Loading...

Kejadian ini dilaporkan ke Polisi pada 18 Januari 2019. Polisi lalu melakukan penyelidikan. Modusnya korban diimingi sejumlah uang dan diminta tidak menceritakan peristiwa ini kepada siapapun.

“Diberi Rp 200.000 dan bakal dikasih HP, jadi diminta untuk ikut bersama-sama di dalam kamar mandi pada saat ibunya itu sedang di kamar mandi, bapaknya juga disuruh datang dan di situlah terjadi persetubuhan. Sudah dilakukan dua kali,” jelasnya.

Tragis, Salah Diagnosa, Ginjal Sehat Diangkat Dua-duanya, Nenek Ini Meninggal saat Mengantri

Korban mengalami trauma mendalam. Unit Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak turun tangan memberikan konseling terhadap korban.

Mira dan Taufik ditangkap di Jalan Tamalaka, Warungjati, Pancoran, Jakarta Sleatan pada 30 Januari 2019. Keduanya ditahan dengan tuduhan pasal 76 huruf d jo 81 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (***)

sumber: merdeka.com

Loading...
Loading...