Rabu | 27 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Istri Bakar Sisa Uang dan Ibu Pingsan Melihat Anaknya Dikawal Polisi, Ini Kronologi Pengungkapan Uang palsu

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pontianak – Aparat kepolisian mengungkap produksi uang palsu di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Dari pengungkapan, diketahui bahwa uang palsu yang diproduksi mencapai raturan juta rupiah.

Loading...

Empat orang ditetapkan tersangka, MN, HA, SJ dan SW yang diduga sebagai otak dibalik produksi uang palsu ini.

Kapolsek Anjongan, Iptu Ambril mengungkapkan bahwa tersangka belajar membuat uang palsu dari YouTube.

“Tersangka SW dan HA ini belajar membuat uang palsu ini dari YouTube, mereka buka google. Mereka belajar dari sana,” ungkapnya, Jumat, 9 Februari 2019.

Hal itu dibenarkan SW saat ditanya di sela-sela penggeledahan di rumahnya, Pontianak Utara yang dijadikan lokasi tempat memproduksi.

Loading...

Ia mengaku bahwa uang palsu yang diedarkan dibuat sendiri dan bukan didapat dari orang lain.

Sudah sekitar sebulan terakhir dirinya mencetak uang palsu, menggunakan printer.

Ia mengaku hasil dari mencetak uang palsu, dalam sehari ia bisa mengumpulkan uang asli antara Rp500 ribu hingga 1 juta rupiah.

“Lumayan, biasa 1 hari bisa Rp 500 ribu, satu juta,” katanya tertunduk lesu.

SW mengungkapkan proses produksi uang palsu ini dirinya dibantu saudara ipar dan anggota keluarganya yang lain.

Kronologi Pengungkapan

Kapolsek Anjongan Iptu Ambril yang ditemui awak media menjelaskan kronologis pihaknya dapat berhasil mengungkap peredaran uang Palsu ini.

Ia mengatakan bahwa pihaknya Jumat, 9 Februari 2019 mendapati informasi dari masyarakat di pasar wilayah Anjongan, bahwa para pedagang di dihebohkan dengan adanya penemuan uang palsu.

Dan yang mengedarkan di wilayah itu adalah MN, Kapolsek menjelaskan bahwa pagi tadi MN membelanjakan ratusan ribu uang palsu untuk membeli Langsat, Petai, sendal.

“Pagi tadi, MN berbelanja di pasar Anjongan, dia beli petai Rp100 ribu, sendal Rp100 ribu ungkapnya.

Setelah MN berbelanja, hebohkan pasar Anjongan, dan kemudian para pedagang yang di rugikan melapor ke Polsek Anjongan.

Mendapat laporan tersebut, petugas pun bergerak cepat, dengan mengumpulkan informasi kepada pedagang dan para korban, yang pada akhirnya mengarah kepada MN, dari pengakuan MN, uang tersebut didapatnya dari ketiga tersangka lain.

Di kediaman MN, pihak kepolisian mendapati ketiga tersangka lainnya sedang tidur, lalu tanpa berbasa basi pihak kepolisian langsung mengamankan ketiganya serta MN untuk di mintai keterangan lebih lanjut.

“Dari pengakuan mereka, tadi didapati informasi bahwa mereka sudah mengedarkan uang palsu ini selama seminggu di wilayah Mempawah, yakni Anjongan, Sungai Pinyuh, Mempawah Hilir, dan sekitarnya, dan mereka telah mengedarkan uang sebanyak 30 juta,” ungkap Kapolsek.

“Uang yang mereka bawa ini Rp 50 juta, sudah diedarkan Rp30 juta, jadi sisa Rp 20 juta, dan sudah kita amankan di Polsek Anjongan,” jelasnya.

Setelah diinterogasi, pihak kepolisian pun berhasil mendapati lokasi pembuatan uang palsu ini yang merupakan rumah SW.

Tak menunggu lama, Unit Jatanras Polres Mempawah menggrebek lokasi yang berada di jalan Parit Pangeran, kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, yang mana rumah ini milik tersangka SW.

Ibu Histeris dan Pingsan

Warga masyarakat sekitar pun heran dengan kedatangan petugas kepolisian kerumah yang dijadikan lokasi pembuatan uang, banyak warga yang terheran – heran dan tak menyangka akan perbuatan tersangka yang mencetak uang palsu.

Bahkan, ibu dari SW tampak syok melihat anaknya datang kerumahnya dengan tangan di belakang pinggang dengan posisi di borgol dan dikawal oleh pihak kepolisian.

Sang ibu meraung – raung dan tampak histeris, memohon kepada petugas untuk meminta kejelasan terkait apa yang menimpa putranya, dan meminta putra tidak dibawa.

Bahkan, sang ibu sampai pingsan akibat tak kuat menahan kesedihannya dan syoknya melihat sang anak di Gelandang pihak kepolisian.

Di lokasi sendiri, pihak kepolisian kesulitan mencari sisa uang palsu yang sudah dicetak oleh tersangka, karena uang palsu dan kertas lain tersebut sudah dimusnahkan dengan cara di bakar oleh istri dari SW yang berinisial ST.

Istri dari SW sendiri terlihat dalam kondisi hamil saat pihak kepolisian mendatangi rumahnya.

Istri dari SW sempat tak mengakui bahwa suaminya mencetak uang palsu, namun setelah di berikan penjelasan oleh pihak kepolisian, ia mengaku dan telah membakar uang palsu sisa yang ada di kamar mandi.

Pihak kepolisian pun saat memeriksa bagian belakang rumah tersangka menemukan sisa abu pembakaran dari uang palsu tersebut.

Selain itu, pihak kepolisian juga menemukan sejumlah barang bukti di halaman depan rumah berupa abu-abu bekas uang palsu yang terbakar di dua titik.

Ancaman 15 Tahun Penjara

Pihak kepolisian mengamankan uang palsu yang dimiliki tiga tersangka senilai Rp. 21.400.000.

Selain mengamankan 4 tersangka, pihak kepolisian juga mengamankan istri dari SW, yang mana diduga telah menghilangkan barang bukti.

“Diduga istri SW telah menghilang kan barang bukti, dimana atas pengakuan tersangka uang palsu senilai Rp. 65 juta telah dibakar,” terangnya.

Kapolsek menegaskan 4 tersangka ini, akan dikenakan pasal 244 dan 245 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Atas beredarnya uang palsu ini, Kapolsek menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan selalu teliti terhadap uang yang diterima.

“Bagi yang merasa mendapat uang palsu dari pelaku, segera menyerahkan dan melaporkan kepihak kepolisian,” ucap Ambril.

Dimana, Ambril mengatakan uang palsu ini, sudah beredar selama kurun waktu 1 bulan di wilayah Pontianak dan Mempawah.

“Dan uang yang telah beredar dan telah dicetak senilai Rp. 200 juta, maka dari itu diharapkan kepada masyarakat untuk lebih teliti terhadap uang yang diterima,” pungkas Ambril. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...