Senin | 21 Oktober 2019 |
×

Pencarian

TANJUNG PINANG

Jumaga Nadeak Sambut Positif Pengobatan Gratis Walubi Sambut Imlek 2019

Minggu | 03 Februari 2019 | 10:36
imlek

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Dalam rangka menyambut perayaan Imlek tahun 2019, Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) mengadakan bakti sosial berupa pengobatan umum dan pemberian obat secara cuma-cuma kepada masyarakat Tanjungpinang dan Bintan.

Pelaksanaan pengobatan gratis ini, Walubi menggandeng TNI-Polri, PSMTI, RS Suci Paramta Tangerang, RSAL, Dinkes Provinsi dan Kota Tanjungpinang. Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak menyambut positif pengobatan gratis ini yang disejalankan dengan imlek ini.

Menurutnya, kegiatan ini dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Imlek bukan hanya identik dengan perayaan saja, tapi juga perbuatan baik yang hasilnya dapat dirasakan seluruh masyarakat. Kami mendukung agar kegiatan seperti ini dapat sering diselenggarakan,” kata Jumaga dilapangan Pamedan Tanjungpinang, Sabtu, 2 Februari 2019.

Ketua DPRD Kepri Jumaga menyaksikan pemukulan gong yang dilakukan Wakil Gubernur Kepri, Isdianto saat kegiatan sosial pengobatan gratis menyambut imlek 2019. (istimewa)

Untuk itu, kedepan Ia mendorong seluruh organisasi kemasyarakatan untuk ramai-ramai mengadakan pengobatan gratis tersebut. Dengan semakin banyaknya kegiatan sosial ini, secara tidak langsung membantu program pemerintah meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

Senada dengan Jumaga, Wakil Gubernur Kepri Isdianto mengatakan pengobatan gratis ini membuktikan bahwa plurisme merupakan warna dari Indonesia. Dimana masyarakat yang mampu, dapat menolong masyarakat yang kurang mampu. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang peduli kepada mereka yang lemah. Karena tanggungjawab kemanusiaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi tanggungjawab seluruh masyarakat ,” kata Isdianto.

Ketua Umum Walubi Indonesia Hartati Murdaya mengatakan bahwa bakti sosial ini meliputi pengobatan gratis poli gigi (cabut gigi, tambal gigi, scaling), operasi katarak dan bedah minor lainnya. Bakti sosial ini juga menghadirkan setidaknya 300 dokter spesialis dan dokter umum dan dibantu kurang lebih 200 relawan. “Kami menargetkan 14 ribu orang dapat merasakan manfaat dari bakti sosial ini,” kata Hartati. (***)

Editor :