Kamis | 21 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Kain Penutup Wajah Dibuka, Disitulah Sang Ayah Tau, Kalau Aldama Tewas Bukan Karna Terjatuh, Tapi Dianiaya Seniornya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makassar – Pihak Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) sempat menutupi kasus kematian Aldama Putra Pongkala (19), taruna tingkat pertama yang tewas setelah dianiaya seniornya, Muh Rusdi (21), Ahad, 3 Februari 2019.

Hal itu terkuak, dari pengakuan ayah Aldama, Pelda Daniel Pongkala, saat sikonfirmasi TribunTimur.com, Selasa, 5 Februari 2019 malam.

Loading...

Menurut Pelda Daniel, pihak ATKP mengatakan, Aldama meninggal dunia setelah terjatuh dari kamar mandi.

Pencipta Lagu “Goyang Nasi Padang” Diciduk Polisi, Kasus Apa Ya?

Namun, fakta di lapangan, menurut Daniel, putra semata wayangnya itu tewas setelah menderita beberapa bekas luka di bagian wajahnya yang diduga akibat penganiayaan.

“Saya ditelpon malam-malam oleh pengasuh anak saya di ATKP, katanya bisa merapat ke RS Sayang Rakyat soalnya anak saya (Aldama) katanya jatuh, jadi awalnya perkiraan saya hanya luka atau patah. Pas saya tiba (di RS Sayang Rakyat) saya di sambut pelukan dan berkata, ‘bapak yang sabar yah… kami sudah berusaha tapi apa daya’, di situlah saya lansung seperti tidak bisa berkata-kata lagi karena dipikiran saya anak saya sudah meninggal,” cerita Daniel.

Loading...

Selain Ayam, Ternyata Jengkol Juga Bisa Dibikin Jengkol Geprek Cabai Hijau Loh

Daniel yang syok mendengar kabar anaknya telah tiada, pun berusaha tegar dan menenangkan diri.

“Beberapa saat, saya diberi air putih minum, saya bilang bisa saya lihat anak saya. Jadi saya diantar masuk ke UGD dan melihat anak saya sudah diselimuti,” cerita Daniel dengan nada sedih.

“Pilu” Bocah 9 Tahun Ini Bisa Naik Motor dan Mengantar Ibunya Berobat

Ia pun membuka kain penutup jenazah anaknya dan melihat langsung wajah Aldama.

“Saya buka kainnya, saya lihat wajahnya banyak luka-lukanya di kepalanya, di pelipis, dan di bawah matanya,” ujar Daniel.

Daniel pun menanyakan ke pengasuh Aldama di ATKP, terkait penyebab kematian putranya.

Namun, kata Daniel, pihak ATKP berusaha menutupi kasus penganiayaan yang menewaskan putranya dengan berkata ‘terjatuh di kamar mandi’.

“Saya tanya, anak saya ini mati karena apa. Dari ATKP, pengasuhnya itu bilang anak saya jatuh di kamar mandi,” ungkap Daniel.

Jawaban pihak ATKP tidak diterima Daniel, lantaran kondisi Aldama yang mengalami sejumlah luka di wajahnya.

“Jadi informasi-informasi ini seolah menutupi mereka punya ini, jadi saya berharap kalau bisa jangan seperti ini, berbohong menutupi kasus ini, makanya saya tidak percaya anak saya jatuh di kamar mandi,” ungkap Daniel.

Daniel begitu meyakini anaknya tewas dianiya lantaran melihat sejumlah luka yang diderita anaknya.

“Saya tahu betul anak saya itu dianiaya, wong saya rasakan kok waktu pendidikan seperti apa penganiayaan itu,” ujar prajurit TNI AU itu.

Daniel pun berharap, agar pihak ATKP lebih meningkatkan pengawasan terhadap taruna-taruninya agar tidak bernasib sama yang dialami Aldama.

“Harapan saya ke pihak kampus (ATKP) tingkatkan pengamanan di dalam, baik taruna-taruninya maupun pengasuhnya, supaya tindak kekerasan di dalam itu berkurang dan kalau bisa tidak ada lagi,” ujar Daniel.

Daniel berharap, kasus kematian Aldama akibat penganiayaan tidak lagi terjadi di masa-masa mendatang.

“Cukuplah anak saya (Aldama) yang seperti ini, jangan lagi ada generasi-generasi berikutnya yang menjadi korban seperti ini,” harapnya.

Dalam kasus kematian Aldama, pihak Polrestabes Makassar menetapkan satu tersangka bernama Muh Rusdi (21) yang merupakan taruna senior Aldama.

Saat ini, jenazah Alamada disemayamkan di rumah duka Jl Leo Watimena 4, No 5 kompleks Landasan Udara (Lanud) Hasanuddin.

Rencananya, jenazah Almada akan dimakamkan di pekuburan umum Parangalla, Rabu besok. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...