Selasa | 24 September 2019 |
×

Pencarian

ADVETORIAL

Kepemimpinan Apri–Dalmasri, 3 Tahun Bangun 1.300 RTLH di Bintan

Selasa | 19 Februari 2019 | 18:34

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan selama 3 tahun dia menjabat sebagai kepala daerah sudah berhasil membangun 1.300 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di 10 kecamatan.

“Kami sudah bangun 1.300 RTLH di Bintan. Semua yang kita bangun selama 3 tahun ini murni dari dana APBD Bintan,” ujar Apri di Kantor Bupati Bintan, Senin, 18 Februari 2019.

Sebenarnya pembangunan RTLH di Bintan bisa 2 kali lipat dari jumlah yang dibangunnya. Karena sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri berkomitmen jika Pemkab Bintan mengusulkan 1, mereka akan menganggarkan 2.

rtlh

Bupati Bintan Apri Sudjadi selalu blusukan ke pulau-pulau dan desa-desa di Kabupaten Bintan, untuk melihat sendiri rumah-rumah warga kurang mampu. Rumah rumah tersebut kemudian diajukan untuk direnovasi melalui program RTLH yang dibiat Pemkab Bintan.

Namun komitmen tersebut tidak menjadi perhatian lagi bagi Pemprov Kepri. Sehingga Pemkab Bintan hanya berharap dari bantuan dari APBN Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait.

“Kalau dari kementerian ada ratusan rumah. Sedangkan Pemprov Kepri sudah tidak memperhatikan program pengentasan kemiskinan itu lagi,” jelasnya.

rtlh

Selesai dikerjakan, Apri pun menejen prasasti renovasi Rumah Tidak Layak Huni di kabupaten yang dipimpinnya.

Program RTLH yang tak berjalan pada 2018 lalu di Kecamatan Gunung Kijang seperti yang diberitakan rekan media diakuinya memang tak dikerjakan. Namun itu bukan tanggungjawab Pemkab Bintan melainkan kewenangan kementerian terkait.

Sebenarnya RTLH yang dibangun itu tidak menitik beratkan kepada jumlah rumah yang direhab atau dibedah. Tetapi kualitas bantuan yang diberikan oleh Pemkab Bintan. Karena bangunan yang layak dihuni itu ditaksir akan menelan biaya Rp 25 juta.

“Kami akan koordinasi terus dengan Satker Kementerian agar program RTLH bisa berjalan di Bintan,” katanya.

Dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan ini Apri juga mengaku aneh dan bingung. Sebab bantuan yang diberikan kepada masyarakat miskin terus bergulir namun jumlah yang miskin terus bertambah.

rtlh

Bersama tim, Bupati Binta turun ke desa-desa terpencil menyapa dan bersilaturahmi dengan masyarakatnya.


“Ini yang akan kami evaluasi lagi. Banyak yang mengaku orang miskin padahal hidupnya mewah. Kemudian banyak penerimanya itu-itu aja orangnya,” ucapnya.***

Editor :