Kamis | 17 Oktober 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku tuk Walikota dan Wakil Walikota Batam

BATAM

Masyarakat Natuna Keluhkan Pengiriman Barang “Mandek” di Batam

Selasa | 12 Februari 2019 | 9:21

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Masyarakat Natuna mengeluhkan lambatnya pengiriman barang yang melalui kota batam. Hal ini pun dirasakan oleh para pelanggan dari berbagai jasa ekspedisi seperti POS, JNE, dan JNT.

Diduga Sejak diberlakukannya aturan sesuai surat keputusan Dirjen Bea Cukai (BC) No Kep.07/BC/2019, mengenai alur pengiriman barang keluar Batam, menjadi penyebab mandek nya barang yang akan dikirim keluar batam.

Aturan itu, membuat posisi Batam sebagai daerah Internasional dalam hal aturan pengiriman barang keluar. Sehingga kiriman paket atau barang wajib diperiksa satu persatu, untuk dicocokan isi dan perhitungan PDRI ( pajak dalam rangka impor).

Salah satu pedagang online di Natuna, Andrean Kusuma, mengeluhkan molornya penerimaan barang dari standar waktu biasanya. hal ini pun berdampak pada kepercayaan dan kepuasaan konsumen, sehingga omset jualanya menurun drastis.

“Kami penjual online khususnya di Natuna sangat kesulitan dengan adanya peraturan ini, apalagi dari customer selalu menanyakan kedatangan paket yang sudah kurang lebih 2 minggu belum sampai, sehingga mereka kecewa, ” ujarnya.

Pendiri Grup Medsos Facebook Jual Beli Barang Khusus Natuna (FJBN) ini pun berharap, aturan alur pengiriman barang dari Batam dikembalikan seperti semula.

” sejujurnya dengan adanya kecepatan ekpedisi menunjang perekonomian masyarkat Natuna pada umumnya dan khususnya penjual online, total masyarakat yang aktif dalam jual beli online di natuna sekitar 34 ribu anggota atau setengah populasi warga natuna keseluruhan, ” Ungkap Andrean Kusuma.

Dikutip dari m.Jawapos.com, Di Kantor Pos Cabang Batam sendiri, sejak tanggal 1 sampai 6 Februari 2019, ada 20 ribu item barang yang menumpuk di gudang.

Kondisi ini, bisa mengalami peningkatan karena proses pemeriksaan berbanding terbalik dengan jumlah barang yang masuk. Dimana dalam sehari, barang masuk bisa mencapai 3 ribu item. (alfian)

Editor :