Rabu | 27 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Pamit Pergi Urusan Bisnis, Nuryanto Tewas Dimutilasi di Malaysia, Ini Fakta Pengusaha Tekstil Asal bandung Itu

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Pria pengusaha tekstil asal Bandung tewas dimutilasi di Malaysia.

Kisah tragis pengusaha tekstil asal Bandung tewas dimutilasi di Malaysia ini membuat keluarganya berduka.

Loading...

Pria pengusaha tekstil asal Bandung tewas dimutilasi di Malaysia itu, Nuryanto (37), adalah suami dari Meli Rahmawati (33).

Ketika berpamitan menuju Malaysia, kepada istrinya, Meli Rahmawati, dia mengatakan hendak berbisnis.

Selama berada di Malaysia korban sering kontak dengan keluarganya di Baleendah.

“Iya dia bilang mau ke Malaysia, biasa packing sama saya, katanya mau berangkat tanggal 17 (Kamis),” ujar istri korban Meli Rahmawati (33) di rumahnya di Kampung Ciodeng, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin, 11 Februari 2019.

Loading...

Korban tewas warga negara Indonesia (WNI) lainnya adalah Ai Munawaroh.

Keduanya ditemukan dalam keadaan tubuh sudah dimutilasi.

Kemudian, satu korban lagi bernama Ai Munawaroh.

Berikut ini fakta-fakta Nuryanto, pria pengusaha tekstil asal Bandung yang tewas di Malaysia.

Ditemukan di Pinggir Sungai

Kedua WNI itu ditemukan di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

Tubuh korban ditemukan dalam keadaan sudah dimutilasi.

Potongan tubuh pun tersebar di sekitar TKP.

Polisi setempat pun mengumumkan kejadian itu pada 26 Januari 2019.

Di Malaysia, peristiwa itu pun menjadi sorotan dan diberitakan media massa.

Nuryanto Ada Urusan Bisnis

Nuryanto merupakan warga Kampung Ciodeng, Kelurahan Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Ia adalah pengusaha tekstil yang juga menjual produknya ke Malaysia.

Kepergian Nuryanto ke Malaysia disebut kuasa hukumnya, Hermawan untuk urusan bisnis.

Nuryanto akan mengambil uang dan bertemu relasi di Malaysia.

Putus Komunikasi

Nuryanto berangkat ke Malaysia pada 17 Januari 2019.

Dari catatan maskapai Air Asia, ia seharusnya pulang pada 23 Januari 2019.

Namun, pada 22 Januari 2019, nomor ponselnya tak aktif.

“Kita lost contact tanggal 22 Januari, handpone dia sudah enggak aktif. Karena chek in di hotel terakhir tanggal 21-23 otomatiskan tanggal 23 dia harus pulang, masuk tengah malamnya tanggal 21 sudah lost contact,” kata kuasa hukum Nurmanyo.

Ciri-ciri Kuat Korban Itu Nuryanto

Tubuh korban mutilasi dalam keadaan membusuk.

Hal ini menyebabkan korban sulit dikenali.

Namun, terdapat bukti kuat yang berserakan di sekitar TKP yang menunjukkan ciri-ciri Nuryanto.

Mulai dari pakaian luar dan dalam, sabuk, ponsel itu sesuai ciri-ciri Nuryanto.

Ciri-ciri tersebut dilihat dari foto yang dikirim istrinya di Bandung.

Selain itu, ada kesamaan juga dari bukti CCTV saat korban keluar hotel.

“Dari Bandung dikirimkan fotonya, ternyata sesuai. Nah, yang kedua handphone dan baju yang dia pakai ketika keluar hotel (CCTV) dan di lokasi diketemukannya mayat, ada kesamaan,” ujar Hermawan.

Menunggu Hasil Tes DNA

Adik Nuryanto, diberangkatkan ke Malaysia untuk tes DNA.

Hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi kebenaran terkait identitas korban.

“Salah satu rekan kita (tim pengacara) ke Malaysia, membawa salah satu keluarga, adiknya Nuryanto untuk tes DNA, untuk memastikan apakah jenasah itu Nuryanto apa bukan,” kata Hermawan.

Namun, hasil tes DNA itu membutuhkan waktu yang tak sebentar.

Hal ini disebabkan kondisi tubuh korban yang sudah membusuk.

Hasilnya disebut akan keluar antara dua pekan atau satu bulan ke depan.


Pamit Pergi Urusan Bisnis, Nuryanto Tewas Dimutilasi di Malaysia, Ini Fakta Pengusaha Tekstil Asal bandung Itu

Nuryanto (37) WNI asal Baleendah Kabupaten Bandung yang diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia, izin pergi ke Malaysia kepada istri untuk bisnis.

Selama berada di Malaysia korban sering kontak dengan keluarganya di Baleendah.

Selama di Malaysia korban beberapa kali berkomunikasi via telepon dengan pihak keluarga.

Bahkan saat sampai di Malaysia korban langsung menghubungi keluarganya di Baleendah.

“Berangkat Kamis tanggal 17, Sabtu tanggal 19 sudah nelepon, Senin tanggal 21, nelepon lagi untuk terakhir kalinya, itu malam-malam. Selasa tanggal 22 hilang kontak, saya pikir mungkin sudah tidur. Saya terus minta anak menghubungi, Kamis, 31 Januari 2019 telepon sudah enggak aktif sampai sekarang,” tuturnya. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...