Sabtu | 16 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Pilu! Pesan Pakaiannya Dilipat dengan “Rapi” Mulyadi Ditemukan Tewas Tergantung Dipojok Kamar

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lampung – Mulyadi, warga Jalan Yulius Usman, Gang H Amin, Gedung Meneng Baru, Rajabasa, Bandar Lampung bunuh diri menggunakan sprei biru di kamarnya.

Abu Hani, ayah dari Mulyadi mengatakan, kalau ia tak menyangka anak bungsunya pergi untuk selamanya dengan cara bunuh diri.

Loading...

Apalagi tidak ada firasat apapun yang dialaminya sebagai orangtua.

Namun Abu Hani mengaku, tadi malam anaknya sempat memberinya pesan ingin pakaiannya dilipat dengan rapih dan dikumpulkan.

ia tidak menyangka siang harinya, anak bungsunya meninggal dunia bunuh diri.

“Semalam itu saya dan ibunya diminta melipatkan pakaiannya untuk dibagikan kepada orang lain,” katanya Ahad, 17 Februari 2019.

Loading...

Makanya ia mengaku terkejut saat pulang dari masjid usai salat Zuhur, Mulyadi sudah ditemukan menggantung diri di pojokan kamar.

Apalagi kata Abu Hani, tadi pagi pada pukul 06.30 wib, Mulyadi masih terlihat ceria dan minum kopi di depan rumah.

“Tapi tadi bada Zuhur dibangunkan ibunya kok gak nyaut-nyaut dan seketika melihat anaknya ini telah menggantung di atas celah genteng dengan sprei biru,” katanya.

Saat ini jenazah Mulyadi sedang diotopsi pihak kepolisian dan rencananya akan dimakamkan setelah proses otopsi selesai.

Lisnaini, kakak pertama korban mengaku, sekitar sebulan lalu adiknya ini ingin menikah dengan seorang janda.

“Jadi sebulan lalu dia itu ngocehnya sama saya bilang mau nikah dengan janda. Saya tanya dong, apa ada duit? Saya anggap itu hanya becanda saja,” katanya.

Lalu adiknya ini juga mau pergi ke Palembang untuk merantau, tapi lagi-lagi dirinya menanyakan apakah ada uang untuk merantau.

Lisnaini mengaku, adiknya adalah orang baik dan super aktif.

Bahkan Mulyadi adalah yang paling disayang dari 10 kakak beradik.

Ketua RT 06 Lingkungan 1 Gedung Menengah Baru Azis Andika mengatakan, Mulyadi itu orangnya sering membantu orang lain.

Malah selalu aktif didalam kegiatan warga.

“Di mata masyarakat, anaknya ini baik dan selalu membantu. Apapun yang bisa dikerjakan oleh Mulyadi, pasti dikerjakan dengan baik,” katanya

Pemuda ini juga sangat bersemangat dan penuh dedikasi kepada orangtuanya dan masyarakat.

Berdasarkan pantauan akun Facebook milik korban dengan nama Mang Mung, pada 19 Juni 2018, pukul 06.03 wib, ia menuliskan statusnya tentang keinginannya untuk menikah.

“Kapan nikah ya. Bosen buat kopi sendiri” tulis anak dari pasangan Abu Hani dan Aminah

Pada status Facebook itu, korban mendapatkan enam like dari warganet yang berteman dengan korban. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...