Kamis | 28 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Remaja Laki-laki Dibawa ke Kantor Polisi, Remaja Putri Kritis di Rumah Sakit, Ini yang Mereka Lakukan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tulungagung – Sebuah video pendek tersebar di antara warganet Tulungagung. Dalam video itu, terlihat seorang remaja putri terkapar di lantai.

Ternyata remaja perempuan itu tengah mabuk, usai menegak minuman alkohol bersama tiga orang teman laki-lakinya.

Loading...

Mereka minum-minum di sebuah pos penjagaan, di sisi utara alun-alun Tulungagung, masuk Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung.

Terbelit Utang Arisan Online, IRT Gasak Perhiasaan Tetangga Senilai Puluhan Juta

Menurut seorang warga setempat, Purwaningsih (48), saat kejadian ada dua orang yang mabuk, Selasa, 19 Februari 2019 sekitar pukul 19.00 WIB.

Satu seorang remaja perempuan berusia sekitar 15 tahun, dan seorang remaja laki-laki seumuran.

Loading...

“Waktu itu yang perempuan megap-megap, dia bilang tidak bisa bernafas,” ujar Purwaningsih, Rabu, 20 Februari 2019.

Ibu-ibu Sukarela Sediakan Makan Bagi Satgas TMMD

Warga yang berdatangan kemudian merekam kondisi remaja perempuan itu.

Video itulah yang kemudian menyebar di antara warganet. Purwaningsih sempat mengambil air dan mengguyur remaja laki-laki.

Ia berpikir, jika diguyur air mabuknya akan sembuh. Tapi remaja laki-laki itu malah berontak.

“Dia malah pergi, terus saya suruh minta bantuan Satpol PP. Tapi dia malah tidak kembali,” lanjut Purwaningsih.

Rumahnya Direhab, Senyum Mbah Saki “Melebar”

Saat itu ada sebuah bekas kelapa kuning yang masih muda, yang diambil airnya untuk mengatasi racun dalam alkohol.

Namun rupanya air kelapa itu tidak cukup untuk mengalahkan efek dari alkohol.

Tidak lama berselang datang dua remaja laki-laki lain, menghampiri perempuan yang terus megap-megap itu.

Purwaningsih kemudian sadar, dua laki-laki itu adalah gerombolan dua anak yang mabuk tadi.

“Jadi sebenarnya mereka Mabuk berempat. Yang dua ini bermaksud menggotong temannya yang perempuan,” sambungnya.

Purwaningsih melarang keduanya pergi, dan sementara ada yang melapor ke Satpol PP.

Namun saat itu Satpol PP tengah ada apel besar, sehingga tidak bisa datang ke lokasi.

Warga kemudian melapor ke polisi dan minta bantuan ambulan.

Sebuah ambulan bersama tim medis yang tiba di lokasi, segera mengevakuasi remaja perempuan itu.

“Sementara yang laki-laki ditanyai sama polisi. Mereka rupanya sedang mencari botol bekas minuman yang mereka minum,” ungkap Purwaningsih.

Ternyata gerombolan remaja ini minum membeli alkohol untuk luka di apotek. Alkohol luka adalah jenis etil alkohol.

Sama seperti alkohol jenis metanol, etil alkohol tidak boleh dikonsumsi manusia. Selain itu juga ditemukan bungkus minuman merek Kuku Bima warna ungu.

“Setelah yang laki-laki dibawa polisi, yang perempuan dibawa ke (RSUD) dr Iskak, Satpol PP datang menyisir lagi. Terus ditemukan label alkohol 70 persen yang dari apotek,” tutur Purwaningsih.

Purwaningsih dan warga lainnya mengenali, gerombolan remaja ini berlaku urakan.

Mereka sering nongkrong di lokasi itu sambil teriak-teriak, dan melontarkan kata-kata kotor.

Purwaningsih kerap ngomel menasehati mereka, namun tidak pernah ada perubahan sikap dari para remaja ini.

Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian yang terkesan bersikap tertutup.

Informasi yang didapat dari seorang petugas medis, remaja perempuan itu berinisial NA, berusia 15 tahun. Kondisinya kritis dan dirawat di red zone IDG RSUD dr Iskak. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...