BATAM

Terkait Kebijakan Kantong Plastik Berbayar, Ini yang Diharapkan Ketua Komisi III DPRD Kota Batam

Selasa | 05 Maret 2019 | 11:56

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam mengapresiasi diterapkannya kebijakan plastik berbayar oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Cabang Batam.

Dengan adanya kebijakan ini diharapkan bisa mengurangi penggunaan plastik yang dinilai sudah berada di level membahayakan bagi lingkungan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura mengharapkan, kebijakan ini juga segera bisa diikuti oleh waralaba lain sehingga bisa memberikan efek secara signifikan dan cepat pada pengurangan konsumsi plastik masyarakat.

“Kalau bisa masing-masing waralaba tidak lagi menggunakan kantong plastik,” kata Nyanyang, Senin, 4 Maret 2019.

Komisi III DPRD Kota Batam yang membidangi pembangunan sarana prasarana dan lingkungan, menurut Nyanyang, akan mendukung agar program tersebut bisa terlaksana dan berjalan berkesinambungan. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah mencari formulasi wadah alternatif pengganti plastik untuk masyarakat.

Nyanyang mengaku sudah melakukan koordinasi untuk menghadirkan wadah belanja berbahan ramah lingkungan. Pihaknya sudah mempelajari daerah-daerah yang sudah menerapkan pengganti plastik seperti di Bogor, Jawa Barat yang menggunakan pengganti plastik berbahan kertas.

“Di Bogor mereka menggunakan kertas, kita tentu akan menyesuaikan bahan apa yang baik dan bisa kita sediakan untuk pengganti plastik ini di Batam,” ujarnya.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Cabang Batam memberlakukan kebijakan plastik berbayar pertanggal 1 Maret 2019 dengan harga Rp 200 per-plastik. Salah satu ritel yang sudah mulai menerapkan kebijakan ini adalah Alfamart dan Lotte mart. Lotte mart bahkan memberi harga Rp 2.500 per kantong plastik. (***)

Editor :