Jumat | 22 Januari 2021 |
×

Pencarian

BATAM

4 Hal Ini yang Bawa Binmas Polda Kepri ke Masyarakat Pulau Abang

pulau abang

MEDIAKEPRI.CO.ID Batam – Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, sangat rentan terjadinya tindak kejahatan antar negara yang masuk melalui pulau-pulau terluar di Kepri.

Hal itulah yang membuat Kepolisian Daerah (Polda) Kepri, perlu turun langsung ke masyarakat-masyarakat yang berdomisili di pulau-pulau terluar di Kepri. Kedatangan yang disambil gelar silatulrahmi ini guna mensosialisasikan antisipasi masuknya faham-faham yang bisa merusak keutuhan NKRI.

Loading...

Polda Kepri melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) menggelar tatap muka bersama masyarakat Pulau Abang, dalam rangka Pembinaan kepada masyarakat pesisir. Pertemuan dengan puluhan tokoh masyarakat Pulau Abang dilaksanakan di Pondok Informasi Pulau Abang, Rabu, 27 Maret 2019 siang.

Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Kepri, AKBP Sazili mengatakan, masyarakat yang berdomisili di pulau terluar perlu mengantisipasi Empat hal. Jalinan silatulrahmi Polda Kepri ini bersamaan dengan agenda sejumlah pengurus dari Perkumpulan Pesisir Hinterland Centre (PPHC).

BERITA TERKAIT

Jalin Silatulrahmi dan Jemput Aspirasi, Hinterland Centre Kunjungi Pulau Abang

Loading...

Pertama, masuknya faham radikalisme yang bertujuan merusak keutuhan negara kita. “Salah satu contohnya, faham yang ingin merubah ideologis pancasila. Faham ini mengajarkan para pengikutnya untuk memusuhi aparat penegak hukum, dan ingin mendirikan negara sendiri berdasarkan pemahamannya,” katanya.

Kedua, masalah narkoba. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwasannya daerah kita ini merupakan daerah transit. Peredaran narkoba masuk melalui pulau-pulau terluar, indikasinya cukup tinggi.

“Diharapkan kepada masyarakat, jika mengetahui gerak gerik yang mencurigakan mengenai peredaran barang haram tersebut, secepatnya laporkan kepada aparat kepolisian, dan kami akan segera menindaklanjutinnya.

Lanjutnya, kenapa diperlukan peran aktif dari masyarakat? Karena ketika masyarakat mengetahui adanya transaksi narkoba di wilayahnya, tetapi tidak melaporkan kepada pihak kepolisian, maka pihak penegak hukum akan sulit untuk memutus jaringan peredaran narkoba.

“Kalau masyarakatnya saja sudah tidak peduli, maka kami dari kepolisian akan sulit untuk memutus jaringannya,” ujarnya.

Ketiga, yang perlu diantisipasi adalah kenakalan remaja. Dalam hal ini, perlunya peran aktif dari orang tua mendidik anak-anaknya dengan memberikan nilai-nilai keagamaan.

Terakhir yang perlu diantisipasi ialah beredarnya isu-isu yang sumbernya tidak bisa di pertanggungjawabkan atau istilahnya berita Hoax.

“Dengan pesatnya kemajuan teknologi, diharapkan kepada masyarakat jangan mudah percaya begitu saja terhadap berita-berita yang sumbernya tidak bisa di pertanggungjawabkan atau hoax,” imbuhnya.

Di tempat yang sama tokoh masyarakat yang diwakili Ketua RW 001 Pulau Abang, Iwan Zaidi mengatakan, sangat senang atas kunjungan dari tim PPHC dan pihak kepolisian daerah Kepri.

“Terima kasih atas kedatangan tim ke pulau kami ini, semoga dengan pertemuan ini kami masyarakat pesisir bisa lebih mawas diri dalam mengantisipasi masuknya gangguan-gangguan tersebut,” ucapnya.

Diakhir kegiatan, pihak Binmas Polda Kepri memberikan bantuan berupa topi nelayan kepada masyarakat Pulau Abang. (sal)

Loading...
Loading...