Rabu | 27 Januari 2021 |
×

Pencarian

BATAM

Antisipasi Organisasi Radikal, PPHC Gandeng Polda Kepri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Perkumpulan Pesisir Hiterland Center (PPHC) Kepulauan Riau menggandeng Polda Kepulauan Riau untuk mengantisipasi kehadiran organisasi radikalisme di tanah Melayu.

Kabid Binmas Polda Kepri, AKBP Sazili mengatakan, kehadiranya ditengah -tengah masyarakat Pesisir Bakau Srif adalah yang pertama kali dilakukan untuk bersilahturahmi. Bahwasanya radikalisme saat ini ingin memecah persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Loading...

“Untuk itu mari kita kuatkan persatuan dan Kesatuan,” ucap Sazili pada acara tatap muka bersama masyarakat Pesisir Bakau Srif di Pantai Bale Bale Nongsa, Batam, terkait kenalan remaja dan penegakan hukum bagi organisasi Radikal dan Anti Pancasila, Selasa, 19 Maret 2019.

Dihadapan kurang lebih 30 orang masyarakat nelayan itu, Sazali mengatakan, saat ini masih adanya kelompok-kelompok tertentu yang ingin merubah idiologi Pancasila dengan idiologi lain.

Dengan begitu, Sazali berharap agar tumbuhkan kembali rasa toleransi antar umat dalam kehidupan sehari-hari untuk menghindari rasa perselisihan dalam kehidupan bermasayarakat. Hal itu penting, guna menangkal segala macam isu negatif yang menghancurkan NKRI.

Loading...

Dikatakan Sazali, tugas pokok Polri sebagai Melindungi, Mengayomi serta Melayani masyarakat sebagai mitra masyarakat nelayan untuk memberikan perlindungan agar jangan sampai terlibat dan ikut dengan organisasi-organisasi radikalisme dan anti Pancasila.

“Apabila menemukan kejadian- kejadian yang menonjol, segera berkoordinasi dengan instansi terkait,” imbuh Sazili.

Sementara Ketua Umum PPHC, Andi Jasrudin mengaku sangat berterima kasih atas kehadiran dari pihak Polda Kepri dan masyarakat Pesisir Bakau Srif yang meluangkan waktunya dalam acara tatap muka ini.

Andi berharap, dengan adanya kegiatan ini agar kenakalan remaja menjauhi narkoba. Dan meminta juga pada orang tua agar tetap mengontrol serta menjaga anak- anaknya.

Istimewa
Istimewa

“Mari kita lindungi anak-anak dari kegiatan negatif maupun menggunakan. Obat-obatan terlarang lainnya. Karena itu akan merusak mental anak-anak sebagai generasi penerus bangsa kita yang tercinta ini yakni bangsa Indonesia,” ungkap Andi. (ali)

Loading...
Loading...