Sabtu | 16 Januari 2021 |
×

Pencarian

RILIS

Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Batam Ekspor Produk Pertanian Senilai Rp 46,99 M.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kementerian Pertanian Republik Indonesia, melalui Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Batam, melaksanakan pelepasan ekspor komoditas pertanian berupa kakao dan kelapa bulat senilai Rp. 46,99 Milyard.

Acara pelepasan ekspor produk pertanian dilaksanakan di Dermaga Utara Pelabuhan Laut Batu Ampar, Batam, Selasa (19/3) malam.

Loading...

“Kita dorong pertumbuhan ini dengan bersinergi,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ali Jamil.

Ali mengatakan, tercatat dari sistim otomasi perkarantinaan di Batam pada awal 2019 terjadi kenaikan jumlah ekspor dibandingkan tahun lalu sebesar 24 persen. Yaitu pada Periode Januari – Februari 2018 terdapat ekspor 59.224,57 ton atau senilai Rp. 839,17 Milyard. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2019 sebesar 73.425,9 ton senilai Rp. 936,57 Milyard.

Kegiatan tersebut adalah inisiasi dari Kementan lewat Badan Karantina Pertanian dengan programnya Agro Gemilang 2019. Yang tujuannya untuk meningkatkan ekspor komoditas pertanian yang berbasis wilayah dan menambah jumlah eksportir dibidang pertanian.

“Ekspor ini harus kita ekspose, supaya masyarakat tau bahwa kita punya potensi, ini harus digarap,” kata Jamil.

Loading...

Kepala Barantan juga menekankan bahwa Kementan berkomitmen menjaga kualitas dan mendukung ekspor komoditas pertanian daerah agar memenuhi persyaratan SPS (sanitary dan phytisanitary) negara tujuan, agar tidak terjadi penolakan saat tiba di negara tujuan.

Kementan akan terus bersinergi dengan daerah untuk mendorong dan meningkatkan ekspor non migas terutama sektor pertanian.

“Nah lewat program Agro Gemilang ini tidak hanya itu, kita ingin ada peningkatan volume dan penambahan eksportir dan juga negara tujuan, agar nilai tambah ini bisa bermanfaat lebih banyak,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Karantina Pertanian Batam, Suryo Irianto Putro, menambahkan bahwa, pada 2018 terdapat 49 komoditas asal Batam yang diekspor ke berbagai negara diantaranya ampas wangi, kakao, kelapa bulat, minyak sawit, rumput laut dan sarang walet.

“Kita sebagai warga Batam patut berbangga, walaupun daerah kita bukan penghasil utama produk pertanian, tetapi Batam bisa digunakan sebagai tempat mengekspor produk-produk pertanian tersebut,” imbuhnya.

Lanjutnya, terdapat 20 negara mitra dagang diantaranya USA, Angola, Bangladesh, Belanda, Brazil, Tiongkok, Kamboja, Kanada, Mesir Jerman, Yordania, India, Korsel, Malaysia, Meksiko, Singapura, Tanzania dan Vietnam, dengan nilai total ekspor mencapai Rp. 19,32 Triliun.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun yang hadir dan melepas ekspor produk pertanian ini juga membenarkan bahwa Batam punya potensi sektor migas bidang pertanian yang cukup potensial.

Menurut Nurdin, program tersebut perlu didorong. Pihaknya berjanji akan mengoptimalkan upaya yang ada melalui dinas dan lembaga penelitian agar hasil yang didapatkan petani bisa lebih optimal.

“Program ini perlu kita support, kita akan lakukan seoptimal mungkin supaya eksportir dan petani mendapat nilai tambah yang optimum selain juga jadi devisa untuk daerah,” tutupnya. (sal).

Loading...
Loading...