Senin | 21 Oktober 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku tuk Walikota dan Wakil Walikota Batam

BATAM

Hindari Terjadinya Kecurangan di Pemilu 2019, GPN Ajak Masyarakat tuk Selfi di Teli

Sabtu | 09 Maret 2019 | 13:56
pemilu damai

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Melalui kegiatan dialog kebangsaan dan deklarasi pemilu damai 2019, Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kota Batam mengajak seluruh elemen masyarakat Kepri untuk berselfie di teli (hasil penghitungan suara).

Ajakan untuk selfie di teli tersebut disampaikan oleh organisasi kepemudaan skala nasional ini guna mewujudkan hasil pemilu yang jujur dan berkualitas di Kepri.

“Jadi, masyarakat kita ajak untuk selfie di teli dan dikirim ke akun medsos GPN Batam agar bisa mengetahui hasil riil pemilu nanti,” ucap Ketua GPN Batam, Rizki Firmanda di hadapan pemuda dan mahasiswa yang hadir di Aula Restaurant Golden Prawn, Jumat, 8 Maret 2018.

Adanya ide berselfie di teli ini, dikatakan Rizki merupakan suatu tindakan sebagai bentuk upaya menghindari berbagai macam kecurangan-kecurangan politik dalam berdemokrasi.

“Ini bentuk kepedulian pemuda mewujudkan pelaksanaan pemilu yang jujur di tanah air,” ujarnya.

Peserta yang mengikuti kegiatan dialog kebangsaan dan deklarasi pemilu damai 2019

Ditempat yang sama, Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim, dalam sambutannya mendukung terwujudnya pelaksanaan pemilu yang damai di Kepri tanpa ada terjadi perpecahan antar sesama.

Sebagai perwakilan media massa yang hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Batam Pos itu memaparkan tentang bagaimana mencerna informasi, khususnya informasi yang tersaji di media sosial.

“Medsos itu rawan, jadi saring dulu sebelum di sharing,” ujar Candra.

Maka dari itu, Candra mengajak mahasiswa dan pemuda agar bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk bersama-sama melawan sekaligus menyaring informasi hoax di media sosial.

“Mari pemuda dan mahasiswa bersama-sama menjaga situasi kondusif dan menyaring informasi dengan baik sebelum di sebarkan,” ajaknya.

Selain itu, Candra juga menyebut KPU sebagai penyelenggara pemilu belum maksimal mensosialisasikan tugas dan fungsinya. Namun demikian, lanjut dia, KPU terbantu dengan adanya informasi mengenai pemilu yang terdapat di medsos.

“Meskipun medsos banyak terdapat hoax, tapi juga bisa menguntungkan karena ada informasi tentang pemilu,” tutupnya.

Menanggapi apa yang disampaikan Ketua PWI Kepri itu, perwakilan KPU Kepri, Parlindungan, menuturkan bahwa permasalahannya ada pada jumlah pemilih. Dia membeberkan kalau tingkat partisipasi pemilih di Kepri paling rendah seluruh Indonesia.

“Provinsi kita partisipasi pemilihnya terendah se-Indonesia,” sebutnya.

Di tahun 2014, sambung Parlindungan, Kepri berada di urutan terendah ke dua secara nasional setelah DKI Jakarta. Demikian juga di tahun 2015, Kepri berada ditingkat paling bawah.

“Jadi, marilah pada tanggal 17 April 2019 mendatang kita beramai-ramai datang ke TPS menggunakan hak pilih kita,” pungkasnya. (ihsan)

Editor :