Kamis | 03 Desember 2020 |
×

Pencarian

BATAM

Tantangan dan Strategi Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Bagi Serikat Pekerja

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Revolusi industri 4.0 bisa menjadi ancaman bagi pekerja, tetapi juga bisa menjadi peluang bagi kita yang bisa memanfaatkannya.

Hal itulah yang ditangkap oleh DPC F SP LEM SPSI Batuampar, dengan mengadakan seminar dan lokakarya, yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Loading...

Kegiatan dilaksanakan di Ruang Garuda, Hotel Golden View, Batam, Selasa (20/3), dan diikuti oleh Perwakilan Serikat Pekerja, Akademisi, Senator DPD RI, Haripinto Tanuwidjaja dan Pemerintah yang diwakili oleh Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti.

Direktur Ketahanan dan Iklim Usaha Industri Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Reni Yanita mengatakan, dengan hadirnya Revolusi Industri 4.0 ini bukan untuk menggantikan peran manusia dengan robot. Melainkan memberikan peluang usaha baru, yang bisa memberikan banyak keuntungan.

“Di era revolusi ini banyak sekali orang yang menghasilkan uang hanya berada dalam rumah saja.
Hanya bermodalkan internet, bisa menghasilkan uang. Sebagai contohnya kita dapat berjualan online, desain, sebagai analyst data dan masih banyak hal yang dapat kita lakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,” ujarnya.

Lanjutnya, percepatan implementasi revolusi industri ke empat oleh Kemenperin merupakan bagian dari inisiatif Making Indonesia 4.0, yang diluncurkan oleh Presiden RI, Joko Widodo pada tanggal 4 April 2018 lalu, dengan menetapkan lima sektor industri prioritas yaitu, Industri Makanan dan Minuman, Industri Otomotif, Industri Elektronik, Industri Kimia dan Industri Tekstil dan Produk Tekstil.

Loading...

Secara umum, Industri di 4.0 ditandai dengan adanya konektivitas, interaksi dan semakin konvergensinya batas antara manusia, mesin dan sumber daya lainnya melalui teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam era revolusi 4.0 yang penuh dengan dunia digital, komputerisasi, serta teknologi Artificial Intelligence (AI) memang memiliki banyak dampak positif. Namun kita juga harus menyikapinya dengan penuh kehati-hatian dan bijak.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP F SP LEM SPSI, Syaiful Badri Sofyan, mengatakan buruh dan serikat pekerja harus faham dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Caranya buruh harus bisa lebih meningkatkan kompetensi diri di segala lini pekerjaan.

“Buruh dan serikat pekerja harus berubah. Harus faham teknologi. Jangan pakai pola yang lama, jika tidak ingin tergilas oleh kemajuan teknologi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Mentoring F SP LEM SPSI, Pebruari Jaya Alamsyah, bahwasannya yang dibutuhkan buruh saat ini ialah peningkatan standarisasi kompentensi diri. Karena dengan adanya standarisasi kompentensi, buruh bisa bersaing dengan pekerja asing yang memang sudah melengkapi sertifikasi sebelum bekerja di Indonesia.

“Buruh kita memang memiliki skill yang bagus, tetapi skill bagus aja tidak cukup. Buruh kita harus memiliki standarisasi kompentensi, agar bisa bersaing dengan pekerja asing,” imbuhnya.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus ketua DPC F SP LEM SPSI Batuampar, Tengku Afka Nasri mengatakan, kegiatan ini merupakan mimpi terpendam yang sudah lama dia impikan. Pasalnya dia telah lama menginginkan di bentuknya suatu lembaga sertifikasi dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kopetensi pekerja sehingga dengan meningkatnya kopetensi pasti akan meningkat pula kesejahteraan pekerja sehingga tidak berharap standart minimum upah pekerja lagi di Batam, agar setara dengan upah pekerja asing kalau kemampuan dan sertifikasi mereka sudah selevel secara otomatis.

“Kegiatan ini merupakan sesuatu yang sudah lama direncanakan dan sudah lama terpendam. Alhamdulillah, hari ini bisa terlaksana. Dan Insya Allah…. peserta faham tentang Revolusi Industri 4.0, sehingga mereka termotivasi untuk belajar dan melek teknology dan bisa menerapkannya di tempat kerjanya masing-masing,” pungkasnya. (sal).

Loading...
Loading...