Selasa | 04 Agustus 2020 |
×

Pencarian

BATAM

Tepis Berita Miring, PT Citra Shipyard Undang Media

MEDIAKEPRI.CO.ID Batam – Perusahaan galangan kapal PT Citra Shipyard yang beralamat di Kav 20 Sei Lekop, Kampung Becek Sagulung, Batam, mengundang puluhan media yang ada di Batam, guna mengklarifikasi pemberitaan miring terkait proyek pembuatan kapal KN Marore yang di pesan oleh Bakamla RI.

Pertemuan dilaksanakan di lobi utama PT Citra Shipyard (CS), dengan menghadirkan General Manager PT Citra Shipyard serta perwakilan dari pihak Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia. Jum’at, 29 Maret.

Loading...

General Manager PT Citra Shipyard, Abi mengatakan akibat dari pemberitaan miring tersebut, bukan hanya perusahaannya saja yang dirugikan, melainkan banyak pihak termasuk Bakamla RI.

“Melalui pertemuan ini, kami ingin mengklarifikasi berita yang telah beredar luas di masyarakat tentang perusahaan kami. Akibat dari pemberitaan tersebut bukan hanya perusahaan kami saja yang dirugikan, melainkan banyak pihak termasuk pihak Bakamla,” katanya.

Lanjutnya, terdapat enam (6) point penting yang akan disampaikan sebagai bahan klarifikasi terhadap pemberitaan tersebut.

Pertama, mengenai adanya indikasi kerugian anggaran negara terhadap proyek kapal ini sebesar RP 463 M. Abi menjelaskan, proses pendanaan dalam pembuatan 3 unit kapal milik Bakamla ini melalui tiga tahapan. Tahap pertama, pendanaannya menggunakan anggaran tahun 2017 sebesar Rp 350 M, Tahap kedua penggunaan anggaran tahun 2019 sebesar Rp 170 M dan Tahap ketiga menggunakan anggaran tahun 2019 sebesar Rp 90 M.

Loading...

“Jadi, total anggaran keseluruhan mencapai Rp 600 an M. Nah, menurut berita yang dimuat di media online tersebut, dikatannya perusahaan kami telah merugikan negara sebesar Rp 463 M. Itu merupakan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Klarifikasi yang kedua mengenai indikasi keterlambatan Delivery Time. Abi mengatakan, semua sudah sesuai prosedur.

“Kontrak tahap pertama sudah diselesaikan dengan baik dan sudah selesai diaudit oleh lembaga audit negara. Kontrak tahap kedua sekarang ini masih dalam tahap di audit oleh lembaga audit negara. Sementara kontrak ketiga, belum dimulai,” imbuhnya.

Klarifikasi ketiga mengenai tidak sesuainya kualitas material. Abi mengatakan, berita itu tidak benar. Karena setiap pengerjaan suatu proyek, sebelumnya kita harus melewati beberapa proses oleh tim yang sudah memiliki sertifikasi keahlian di bidangnya masing-masing.

Klarifikasi ke empat mengenai kronologis kejadian. Klarifikasi ke lima Adanya indikasi penyimpangan pengadaan dan pelaksanaan proyek dan Klarifikasi terakhir mengenai tidak adanya konfirmasi informasi dari pihak perusahaan.

“Kami akan membuka diri kepada teman-teman media, jika ingin mengklarifikasi berita kepada kami,” ujarnya.

Sementara itu ditempat yang sama perwakilan pihak Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI yang diwakili oleh Kolonel Bakamla Drs Paseh Mawardi, mengatakan semua proses pengadaan dalam pembuatan kapal KN Marore milik Bakamla yang dikerjakan oleh PT Citra Shipyard, sudah sesuai prosedur.

“Semua tahapan sudah sesuai prosedur. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi dengan proyek kapal ini,” pungkasnya. (sal).

Loading...
Loading...