Senin | 18 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Usai Lihat Alat Vital Menantu, Mertua Cabut Laporan Polisi, Ini yang Terjadi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Probolinggo – Kabar seorang mertua di Probolinggo melaporkan menantunya ke polisi karena memiliki alat kelamin atau penis berukuran besar menggegerkan publik. Namun ternyata tuduhan mertuanya itu tak terbukti.

Mertua ini bernama Sito (55) warga Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.

Loading...

Sito melaporkan menantunya yang bernama Basar ke Polsek Maron.

Kronologinya, pada 20 Maret 2019, Sito dan keluarganya mendatangi Polsek Maron.

Ia berniat melaporkan menantunya.

Mereka mengira menantunya ini yang membuat anaknya, Jumatri meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Loading...

Tapi, sayangnya, Sito ini mengira bahwa anaknya meninggal akibat alat kelamin menantunya ini terlalu besar.

“Sito dan keluarga mendapatkan informasi dari beberapa orang kalau anaknya meninggal akibat alat kelamin suaminya yang kebesaran. Padahal itu tidak benar,” kata Kapolsek Maron AKP Sugeng Supriantoro, Rabu, 27 Maret 2019.

Sebelum Dibunuh Calon Pendeta Muda Ini Diduga Diperkosa Dahulu, Ini Faktanya

Sugeng menjelaskan, berdasarkan informasi hoax itu, Sito kecewa dan geram terhadap menantunya itu.

Ia pun nekat melaporkannya. Mendapatkan laporan itu, ia mengajak terlapor, dan pelapor duduk bersama.

“Kami pertemukan bahkan ada perangkat desa. Kami ajak rundingan bersama, biar tidak salah paham antara mertua dan menantu ini,” katanya.

Bahkan, untuk membuktikan benar atau tidaknya isu alat kelamin terlapor ini besar atau tidak, sempat dilalukan tes.

Hasilnya, ya normalnnya orang Indonesia.

“Akhirnya kedua belah pihak saling memaafkan. Hubungan mertua dan menantu ini kembali akur meski sempat berseteru. Dan jadi tidak ada yang dilaporkan, permasalahan selesai secara kekeluargaan,” jelasnya.

Menurut pemeriksaan, anak Sito yakni, Jumitra itu meninggal karena sakit epilepsi.

Dan sakit itu sudah lama dialami korban sejak kecil. Jadi, murni karena sakit bukan karena isu alat kelamin suaminya terlalu besar.

Minta Maaf dan Malu

Laporan polisi oleh Sito, warga Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, akhirnya dicabut, 20 Maret 2019 lalu.

Saat itu, Sito, melaporkan menantunya, Basar ke Polsek Maron.

Basar dilaporkan atas dugaan pembunuhan yang menewaskan anak putri Sito, yakni Jumatri. Laporan itu dilayangkan 11 Maret 2019.

Dalam laporan itu, Sito menganggap kematian anaknya ini tak wajar.

Anaknya ditemukan tewas tergeletak di kamarnya. Nah, Sito menuding Basar pelaku utama yang membuat anaknya tewas.

Bahkan, Sito menuding Basar membunuh anaknya dengan alat kelaminnya yang besar dan tak sesuai dengan ukuran pada umumnya.

Spekulasi itu muncul setelah Sito mendengarkan banyak omongan dan masukan dari orang di sekitarnya.

Bisikan itu yang menjadi pedoman Sito menuding Basar memiliki alat kelamin besar dan membuat Jumatri tewas di kamarnya.

“Kami sempat melakukan penyelidikan tahap awal. Bahkan, kami juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya baju dan rok korban,, Jumatri” kata Kapolsek Maron AKP Sugeng Supriantoro, Rabu, 27 Maret 2019.

Namun, kata Kapolsek, dari penyelidikan awal, pihaknya tidak menemukan tanda – tanda adanya pembunuhan.

Akhirnya, pihaknya berinisiatif mempertemukan Sito dan Basar di desa setempat, dan disaksikan sejumlah perangkat desa.

Dalam pertemuan itu, Sito melihat langsung alat kelamin menantunya tersebut.

Tak hanya Sito, Nedi, anak pertamanya juga melihat langsung.

“Mereka bertiga masuk ke dalam ruangan, dan Basar menunjukkan alat kelaminnya,” tambahnya.

Kapolsek menjelaskan, Sito merasa puas sekaligus malu setelah melihat alat kelamin menantunya itu.

Bahkan, ia sangat malu karena termakan omongan dan bisikan orang lain.

“Ya dia langsung meminta maaf kepada Basar dan semuanya. Ia menuliskan itu dalam surat pernyataan yang intinya menyebutkan bahwa alat kelamin Basar normal dan wajar, tidak terlalu besar seperti yang dibayangkan.

Sito memcabut laporannya, dan kasus ini selesai dengan perdamaian,” urainya. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...