HEADLINE

Koperasi Unit Usaha Tarempa Hidupkan Nelayan Anambas

Selasa | 02 April 2019 | 13:07
pasar ikan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Keberadaan Koperasi Unit Usaha Tarempa sangat dekat dengan masyarakat di Kabupaten Kepuluan Anambas (KKA), nelayan khususnya.

Sejak berdiri, koperasi ini memberikan sumbangsih tersendiri. Masyarakat yang jadi nelayan sebagai sandaran penghasilan keluarga merasakan manfaat koperasi itu sendiri.

KKA terdiri dari 52 desa, sebagian besar jumlah penduduknya bermata pencarian sebagai nelayan tangkap tradisioal. Dengan luas pesisir dan mewahnya hasil tangkapan jadi penunjang ekonomi warga.

BACA JUGA

Jembatan ‘Kebanggaan’ Itu Kini Terabaikan

Minimnya Penguasaan Bahasa Asing di Daerah Maritim

Ripana, nelayan Anambas merasa sangat beruntung berada di Anambas. Soalnya, selain menjual wisata alamnya, Anambas sangat dikenal dengan hasil laut. Dan banyaknya hasil tangkap nelayan ini dapat dilihat dari kegiatan dan rutinitas masyarakat di pasar ikan.

“Para nelayan tangkap membawa hasil yang sangat menjanjikan. Dan hasil ini langsung dijual di pasar. Kondisi pasar betul-betul di manfaatkan untuk meningkatkan tarap hidup nelayan,” katanya kepada mediakepri.co.id usai menjual hasil tangkapanya, Selasa 2 April 2019 pagi.

Hal senada disampaikan nelayan tangkap lainnya, Asmadi. Pasar yang menjadi penampung hasil tangkapnya terkelola dengan baik. Dan sistem yang dibangun di pasar itu sendiri, setelah adanya koperasi.

“Sistem koperasi unit desa yang di bentuk sangat membantu operasianal nelayan tangkap Anambas,” katanya.

Disebutkannya, nelayan tangkap yang membawa hasil tangkapnya ke pasar itu dikenakan beban sebesar 5 persen ke koperasi, sesuai hasil tangkapan. Beban nelayan ini, tambahnya, merupakan kontribusi nelayan kepada Koperasi Unit Usaha Anambas.

Sementara itu, Repi, pengurus koperasi mengatakan hasil dari kontribusi nelayan untuk koperasi itu setiap akhir tahun dikembalikan kembali ke nelayan.

“Mereka (nelayan) tidak pernah merasa keberatan, dan justru terbantu. Karena koperasi hanya mengenakan beban jasa 5 persen, dan itu pun untuk membantu kebutuhan mereka. Artinya biaya tersebut dari mereka untuk mereka,” katanya menegaskan kepada mediakepri.co.id

Selain itu, katanya, koperasi ini juga memberikan perhatian lebih kepada anggotanya. jika ada anggota yang mendapat musibah atau sakit, tambahnya, sesama anggota saling besuk dan membantu.

“Jika ada masalah di pasar, mereka menyelesaikannya dengan musywarah,” ujarnya. (rofi)

Editor :