HEADLINE

Mau Dipolisikan, PT BIR Ciut, Tapi Upah Pekerja Masih Dijanjikan

Selasa | 09 April 2019 | 16:26
gerakan buruh

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – PT Benteng Indo Raya (BIR), memenangkan tender proyek pembangunan D.I Tapau kanan paket I tahun 2018 lalu senilai Rp. 37.029.000.000, pembayaran proyek tersebutpun sudah dibayarkan 100 persen.

Sayangnya, PT BIR “amnesia” terhadap kewajibannya membayarkan upah pekerja bangunan. Alhasil, proyek milik BWS Sumatra IV itu meninggalkan utang sekitar Rp 321.000.000 (tiga ratus dua puluh satu juta rupiah).

Persoalan antara pekerja dan PT BIR ini pun berbuntut panjang, para pekerja sepakat melaporkan Satker BWS Sumatra IV, Eris Hendrabuana, Rian anak Mat Kacau dan sang kontraktor PT Benteng Indo Raya ke aparat penegak hukum Kepolisian Resort Kabupaten Natuna.

Pelaporan ini terjadi lantaran pihak pekerja telah berulang kali di “bohongi” oleh pihak Satker BWS Sumatra IV, Eris Hendrabuana.

“Janjinya bulan Maret, sampai sekarang tidak jelas,” ucap kepala pemborong, R. Simanjuntak saat melaporkan masalah ini ke kepolisian, Selasa 9 April 2019.

Bak gayung bersambut. Kinerja kepolisian langsung membuahkan hasil. Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Natuna I , GK. Sembiring, menerima kedatangan masyarakat, dan mencoba memediasi antara pihak pekerja dengan sang kontraktor.

Hasilnya, terjadi kesepakatan, dimana pihak kontraktor akan segera membayar upah karyawan. “Kami senang, berkat bantuan Polres, pihak kontraktor PT. Benteng Indo Raya yaitu pak Said bersedia membayar tanggal 19 April 2019 ini,” kata R. Simanjuntak. (alfian)

Editor :