BATAM

Perairan Tanjunguncang Tercemar Limbah, Ampuh Minta PT BMS Diproses

Senin | 15 April 2019 | 18:05

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Dugaan pencemaran di perairan Tanjunguncang jadi perhatian dari aktivis lingkungan. Karena selain merusak ekosistem, kejadian ini berdampak terhadap perekonomian nelayan sekitar.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup (AMPUH) Kota Batam menaruh perhatian penuh dengan kejahatan lingkungan ini. Lembaga yang konsisten menyikapi setiap persoalan lingkungan hidup ini meminta pemerintah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam untuk segera mengambil tindakan tegas.

PT BataMitra Sejahtera (BMS) yang terletak di wilayah Tanjunguncang ini, katanya, diduga sebagai pihak yang menyebabkan terjadinya pencemaran limbah minyak hitam ini untuk segera diproses sesuai dengan kententuan yang berlaku.

“Apapun alasannya, tidak dibenarkan membuang limbah minyak hitam langsung ke laut. Karena hal ini bisa mengakibatkan pencemaran dan bisa merusak ekosistem biota laut,” ujar Ketua DPC AMPUH Batam, Budiman Sitompul ke mediakepri.co.id, Senin, 15 April 2019.

Budiman mengatakan, pelanggaran terhadap hal ini sudah diatur sesuai dengan Undang-Undang 32 Tahun 2009. Pada pasal 98 ayat 1 dan ayat 2 yang berbunyi, setiap orang yg dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan baku mutu udara, baku mutu air, baku mutu air laut atau kriteria kerusakan lingkungan hidup, di pidana dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp3.000.000.000 dan paling banyak Rp10.000.000.000.

“Kami dari LSM AMPUH meminta kepada DLH Batam, agar serius menangani kasus pencemaran lingkungan hidup yang dilakukan PT BMS Tanjunguncang. Jika nantinya terbukti perusahaan tersebut bersalah, kami minta perusahaan tersebut ditutup,” tegas aktivis lingkungan hidup yang akrab dipanggil Tom.

Menurut Tom, sesuai dengan laporan dan pengaduan dari masyarakat sekitar yang diterima oleh AMPUH, hampir setiap tahun perusahaan tersebut melakukan pembuangan limbah ke laut. Kurangnya pengawasan dari instansi terkait, mengakibatkan perusahaan tersebut dengan leluasa membuang limbahnya ke laut.

“Kami akan kawal terus kasus ini sampai tuntas. Jangan biarkan kasus ini menghilang begitu saja,” pungkasnya. (sal)

Editor :