Sabtu | 16 Januari 2021 |
×

Pencarian

BATAM

BPOM Pemda dan Lintas Sektoral Komitmen Tingkatkan Pengawasan

MEDIAKEPRI.CO.ID Batam – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Batam terus berupaya meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas sektor demi memperkuat sistem dan meningkatkan kinerja pengawasan obat dan makanan.

Hal tersebut terangkum dalam diskusi sekaligus silatuhrahmi antara BPOM Batam dengan pemerintah daerah beserta instansi terkait seperti Bea Cukai, Kepolisian, Dinas Kesehatan dan lainnya. Kegiatan dilaksanakan di Best Western Panbil Hotel, Senin 15 April 2019.

Loading...

Dalam diskusi yang bertajuk, komitmen pemda dan lintas sektor dalam pengawasan kosmetika tanpa ijin edar atau mengandung bahan yang dilarang dan berbahaya, dengan menghadirkan tiga orang narasumber dari BPOM RI, yakni Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Dra. Mayagustina Andarini, Direktur Pengawasan Kosmetik, Drs. Arustiyono dan Kepala Sub Direktorat Pengawasan Keamanan dan Mutu Kosmetik, Dra. Tita Nursjafrida.

Dalam paparannya, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Dra. Mayagustina Andarini, mengatakan bahwa sepanjang tahun 2018 BPOM RI berhasil mengamankan obat dan makanan ilegal mengandung BD/BB senilai Rp 164 M.

“Diantara obat dan makanan ilegal tersebut, terdapat 126 M untuk kosmetik ilegal. Artinya
temuan terbesar oleh BPOM di indonesia adalah jenis kosmetik, dibanding dengan obat-obatan, pangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Maya menjelaskan, walaupun kita sudah bada MOU dengan pihak kepolisian, kejaksaan dan Bea Cukai. Itu masih tingkat pimpinan, “jadi harapan kita kedepannya akan melakukan MOU juga dengan tingkat daerah. Sehingga sasaran nya lebih ketat lagi dalam pengawasan kita,” jelasnya.

Loading...

Ia mengatakan, berbagai terobosan dan strategi dilakukan BPOM untuk menghadapi dan menangani tren terkini kasus pelanggaran dan kejahatan di bidang obat dan makanan.

BPOM terus meningkatkan efektivitas penindakan melalu penindakan berdesain link khusus dengan intelijen, uniforma, kepolisian dan kejaksaan dengan pola tangkap tahan terhadap pelaku pelanggaran.

Ditempat yang sama Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irawan mengatakan bahwa sepanjang tahun 2018 pihaknya menyita sedikitnya 418.316 buah obat dan makanan ilegal dengan nilai ekonominya mencapainya Rp 4,7 miliar.

“Sebanyak 418.316 item obat dan makanan ilegal tersebut diantaranya obat ilegal 104.257 buah dengan nilai ekonomi Rp 302.264.000 dan obat tradisional 130.923 item dengan nilai ekonomi Rp 302.264.000, sementara kosmetik 131.818 item mencapai Rp 2,2 M,” jelasnya.

Yosef menghimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dan cerdas dalam memilih obat dan makanan yang akan dibeli dan dikonsumsi, dengan cara Cek Klik, “Cek Klik adalah cek kemasan, cek label, cek izin edar dan cek kadaluarsa,” tutupnya. (sal)

Loading...
Loading...