Selasa | 24 September 2019 |
×

Pencarian

OPINI

Fenomena Wanita Bercadar Tapi Mengumbar Foto Diri di Media Sosial

Selasa | 02 April 2019 | 14:08
wanita bercadar

Wanita adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah subhaanahu wa ta’ala Tuhan seluruh alam. Allah menciptakan semua wanita dengan sifat yang berbeda-beda serta dengan rupa yang berbeda-beda pula. Allah juga memberikan sifat malu kepada wanita sebagai pelengkap keindahan diri mereka. Jadi apabila sifat malu tersebut telah hilang dari diri para wanita, khususnya wanita muslimah, maka hilanglah pula keindahannya. Tersebab keindahan rupa tidak bisa menggambarkan keindahan hati seseorang baik pria maupun wanita. Rupa yang indah tidak mencerminkan hati yang indah pula.

Wanita dalam pandangan Islam, sangat memiliki kemuliaan yang baik. Di dalam Islam wanita diberikan julukan sebagai sebaik-baiknya perhiasan dunia. Namun bukan hanya perhiasan dunia, wanita juga bisa menjadi sebesar-besarnya fitnah di dunia ini. Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi Wasallam pernah bersabda dalam sebuah hadits yang artinya “Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita”.

Dari ulasan hadits tersebut dapat diketahui bahwa wanita memang seharusnya menutup diri dari kalangan lekaki yang bukan mahram (semua lelaki yang boleh menikah dengannya) karena apabila wanita mengumbar dirinya kepada para lelaki yang bukan mahramnya tersebut, itu berarti wanita tersebut menjadikan dirinya sebagai fitnah.

Di zaman sekarang ini, banyak kita temui wanita muslimah yang mengenakan hijab syar’i (sesuai dengan syari’at Islam) bahkan tak jarang kita melihat banyak wanita muslimah yang mengenakan niqab (cadar). Menurut penulis, hal ini sangatlah baik karena mereka sudah mencoba menutup aurat mereka dengan sempurna. Namun, ada hal yang menjadikan hal yang sudah baik tersebut menjadi tidak baik di pandangan Islam. Dari judul artikel ini tentu pembaca sudah mengetahui apakah hal yang tidak baik tersebut.

Sangat menyedihkan bahwa sekarang ini wanita yang telah menutup auratnya dengan sempurna namun malah berfoto ria dan membagikan foto-foto tersebut di segala media sosial yang mereka punya. Bisa dilihat dan dipantau di akun-akun media sosial khususnya di Instagram, banyak wanita yang mengenakan niqabnya namun membagikan foto-foto dan bisa dilihat oleh publik.

Hal seperti ini sangatlah miris dalam pandangan Islam. Sebagian mereka beralasan bahwa apabila mereka telah menutup aurat dengan sempurna maka mereka bebas untuk meng_upload foto diri mereka. Ini adalah sebuah persepsi yang sangat keliru. Wanita sebenarnya tidak tahu bahwa laki-laki di dunia ada dua tipe dalam menyukai wanita dari segi penampilan. Ada yang menyukai wanita yang berpenampilan terbuka dan ada yang menyukai wanita yang berpenampilan tertutup.

Tak jarang pula kita temui di caption-caption foto muslimah yang berhijab dan berniqab tersebut berdalih dakwah. Perlu diketahui dan dipahami bahwa dakwah yang seperti ini tidak pernah diajarkan di dalam Islam. Tersebab Islam adalah agama yang mulia dan sangat memuliakan para wanita. Dari foto-foto yang mereka ekspos banyak pula laki-laki yang berkomentar menggoda. Contoh nyatanya bisa dilihat langsung di akun Instagram Ikhwan Penyuka Niqabis.

Pada akun Instagram tersebut telah nampak bahwa seorang laki-laki yang sangat menyukai wanita yang berpenampilan tertutup. Menurut orang yang mempunyai akun tersebut, wanita yang berpenampilan tertutup lebih memberikan sensasi yang berbeda. Akun tersebut mengekspose banyak foto-foto muslimah dari yang berjilbab biasa, yang berhijab syar’i, sampai yang mengenakan niqab. Di dalam akun tersebut dia menganggap bahwa wanita-wanita yang berada di foto tersebut adalah isterinya, dengan beberapa caption-caption yang sangat tidak sopan dia tuangkan di foto-foto tersebut.

Penulis yakin, bahwa semua wanita pemilik foto-foto tersebut pasti tidak akan terima bahkan mungkin mereka marah dengan hal yang dilakukan oleh pria tersebut. Namun, wanita yang seperti ini, apabila dinasehakan mereka akan menolak, ada saja pembenaraan dari mereka terhadap apa yang mereka lakukan. Apapun alasannya, bagi wanita Islam, mengubar foto diri itu sangat tidak dibenarkan. Sebab, wanita itu harus seperti mutiara yang tersimpan di dalam cangkangnya dengan rapi. Tidak sembarang orang bisa menikmati keindahannya. Hanya orang-orang yang mempunyai keinginan untuk mempersunting mutiara tersebutlah yang bisa menikmati keindahan mutiara tersebut, seperti itu pula wanita muslimah yang berharga. Hanya laki-laki yang berani menjumpai ayahnya dan berniat untuk menikahinyalah yang bisa melihat keindahan dari wanita muslimah tersebut.

Seorang ustadz berpendapat bahwa wanita yang mengumbar foto diri di media sosial ini sejatinya mereka ini hanya ingin dilihat, ingin menunjukkan bahwa diri mereka itu ada, dan foto-foto tersebut sebagai pembuktiannya. Seorang mahasiswa juga berpendapat bahwa mereka yang mengenakan niqab namun masih berfoto ria ini sejatinya mereka tidak tahu apa sebenarnya hakikat cadar tersebut, mereka hanya mengenakannya karena ikut-ikutan, karena fashion dan lain sebagainya. Padahal niqab ini berfungsi untuk menutup serta menjaga wajah sekaligus diri wanita muslimah dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya. Namun, banyak sekali yang salah dalam mengartikan hakikat cadar dan salah dalam penggunakannya. Islam berlepas diri dari wanita yang seperti ini, yaitu yang bercadar tetapi masih ingin dilihat.

Penulis juga pernah menanyakan langsung kepada wanita yang mengenakan niqab tentang pendapat mereka dengan fenomena wanita bercadar tapi mengumbar foto diri di media social ini. Namun mereka terus tetap membenarkan diri mereka atas perbuatan ini dengan perkataan “seperti halnya engkau membersihkan rupamu, maka bersihkanlah juga hatimu” perkataan seperti ini bernar namun tidak untuk fenomena kesalahan mereka seperti ini. Sangatlah miris sekali melihat wanita yang seperti ini, yang apabila debenarkan namun malah mencari pembenaran sendiri.

Di dalam Al-Qur’an surah An-Nur ayat 26 telah dijelaskan bahwa perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik dan perempuan yang keji (buruk) hanya untuk laki-laki yang keji pula. Terdapat dalam surah An-Nur ayat 26. Jadi, jika wanita muslimah tersebut senang berfoto selfie maka jodohnya juga tidak akan jauh dari hal tersebut begitu juga sebaliknya. Karena jodoh merupakan cerminan dari diri kita. Baik kita berperilaku maka Allah juga akan mempersiapkan yang baik pula untuk kita dan buruk kita berperilaku maka Allah juga mempersiapkan yang buruk pula untuk kita. Maka jika wanita muslimah terbiasa mengumbar foto diri di media sosial, maka yang akan ia dapatkan juga lelaki yang seperti itu pula. Hal ini akan berlaku apabila tidak ada pengecualian dari Allah ta’ala, karena semua yang ada di muka bumi ini telah Allah atur dan rencanakan dengan sebaik-baiknya.

Semoga artikel yang ditulis oleh penulis ini bermanfaat untuk para pembaca semua terutama bagi para wanita, agar menghilangkan kebiasaan mengumbar foto diri di media sosial, meskipun yang terlihat hanya matanya saja karena sejatinya hijrah itu bukan hanya penampilan, namun juga hijrah dari hal yang buruk menuju hal yang baik. Semoga Allah mempermudah bagi siapapun yang saat ini sedang berjuang dalam hijrahnya dan semoga Allah tetapkan hati orang-orang yang telah berhijrah dalam kebenaran.

Penulis: Nurhalimah
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMRAH

Editor :