Kamis | 21 Januari 2021 |
×

Pencarian

BATAM

Jadi Tolak Ukur Kemampuan, 470 Siswa SMKN 2 Batam Ikuti UKK

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sebanyak 470 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Batam mengikuti Uji Kompetensi Kejuruan (UKK). UKK dilaksanakan selama delapan hari mulai dari tanggal 1 hingga 9 April 2019.

Kepala Sekolah SMKN 2, Nursya’bani M.Pd, mengatakan ke mediakepri.co.id, Senin, 1 April 2019, bahwasannya UKK merupakan bagian yang sangat penting yang harus diikuti seluruh siswa SMK sebelum menamatkan sekolah.

Loading...

“Kalau pekan lalu seluruh siswa kita sudah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Nah, hari ini siswa SMK harus mengikuti lagi UKK yang menjadi syarat mutlak yang wajib diikuti seluruh siswa kejuruan,” katanya.

Nur menjelaskan, Uji Kompetensi Keahlian (UKK) adalah bagian dari intervensi Pemerintah dalam menjamin mutu pendidikan pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Pelaksanaan UKK bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa pada level tertentu sesuai Kompetensi Keahlian yang ditempuh selama masa pembelajaran di SMK.

Salah seorang Siswi jurusan Tata Boga yang tengah mengikuti UKK

“UKK dilaksanakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian praktik yang menguji aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap pada 1 tertentu,” jelasnya.

Lanjutnya, satuan pendidikan yang menyelenggarakan UKK harus dinyatakan layak sebagai tempat uji kompetensi oleh koordinator Ujian Nasional Tingkat Provinsi atau Lembaga Sertifikasi Profesi. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, nilai UKK akan diperhitungkan sebagai Nilai Ujian Sekolah untuk mata pelajaran kompetensi kejuruan.

Loading...

“Alhamdulillah, tahun ini SMKN 2 sudah bisa melaksanakan sendiri UKK, karena sebanyak 15 orang guru di sekolah ini sudah memiliki sertifikat asessor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan layak menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP),” imbuhnya.

Adapun jurusan yang diuji dalam UKK tahun ini ialah, jurusan Akutansi dengan sistem okupasi yang terdiri dari 7 unit. Kemudian Jurusan Usaha perjalanan wisata yang terbagi dalam empat cluster, yakni Pemesanan tempat terbagi menjadi 13 unit, Penghitungan tarif penerbangan 14 unit, Perencanaan dan operasional perjalanan wisata 15 unit dan Pemanduan wisata 14 unit.

Selanjutnya jurusan Tata Boga yang dibagi kedalam 6 cluster, yakni Pelayanan makan dan minum 13 unit, Pembuatan minuman non alkohol 7 unit, Pembuatan makanan Indonesia 12 unit, Pembuatan makanan kontinental 12 unit, Pembuatan produk pastry 8 unit dan Pembuatan produk bakery sebanyak 7 unit.

Jurusan terakhir yakni Perhotelan yang terbagi kedalam 6 cluster, yakni Pembersihan lokasi / area dan peralatan 8 unit, Penyiapan kamar untuk tamu 11 unit, Penanganan linen dan pakaian tamu 8 unit, Penyediaan layanan jasa porter 9 unit, Penerimaan dan pemprosesan reservasi kamar 9 unit dan Penyediaan layanan akomodasi reseption 11 unit. (sal)

Loading...
Loading...