Minggu | 17 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Masih Ingat Mayat Dalam Tong? Akhirnya, Pembunuhnya Divonis Mati

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cibinong – Sidang vonis terdakwa kasus pembunuhan Abdullah Fithri alias Dufi digelar di Pengadilan Negeri Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa, 23 April 2019 sore.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman mati kepada dua terdakwa.

Loading...

Vonis mati ini dijatuhkan kepada Muhammad Nurhadi dan Istrinya, Sari Murniasih.

“Ma Saya Sudah di Stasiun” Centang Satu WA Dufi yang Mayatnya Ditemukan dalam Drum

Dalam sidang putusan yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Ben Ronald, bahwa terdakwa terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana.

“Kedua terdakwa Muhammad Nurhadi alias Hadi bin Muryanto dan juga Sari Murniasih telah terbukti secara sah telah melakukan tindak pidana pembunuhan serta melakukan pembunuhan berencana. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa-terdakwa tersebut dengan pidana mati,” kata Hakim Ketua saat membacakan putusan diikuti satu kali ketukan palu.

Loading...

Kronologi Pembunuhan Pemandu Lagu yang Mayatnya Disembunyikan dalam Lemari

Terdakwa ketiga yakni Dasep alias Yudi yang berperan membantu dalam pembunuhan tersebut divonis hukuman 10 tahun.

Menurut pantauan, usai hakim membacakan putusan tersebut Nurhadi dan Sari Murniasih di ruang persidangan langsung berpegangan tangan sambil terisak di hadapan Majelis Hakim.

Telah Ditemukan Mayat Terbungkus Kain Sprei di Dalam Tong Plastik, Siapakah Dia? Ini Identitas Korban dan Pelakunya

Telah Ditemukan Mayat Terbungkus Kain Sprei di Dalam Tong Plastik, Siapakah Dia?

Isak tangis keduanya juga terus terjadi ketika Nurhadi dan Sari meninggalkan ruang persidangan dan memasuki ruang tahanan.

Juru Bicara PN Cibinong, Chandra Gautama, mengatakan yang menjadi pertimbangan hakim pada putusan mati ini adalah karena Nurhadi dan Sari merupakan pelaku utama pembunuhan berencana.

Pertimbangan lainnya, pembunuhan ini dinilai Majelis Hakim sebagai pembunuhan yang sadis.

Sedangkan Dasep hanya membantu membawa mayat korban.

“Mengenai tata cara pembunuhannya berdasarkan pertimbangan putusan dijelaskam bahwa pembunuhan terjadi di rumah kontrakan Muhammad Nurhadi dan Sari Murniasih. Dilakukan dengan tusukan pisau ke dada sebelah kiri dua kali. Itulah yang menyebabkan matinya Dufi,” ucap Chandra.

Diberitakan sebelumnya, Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi ditemukan tewas oleh seorang pemulung dengan kondisi berada di dalam drum biru di kawasan Industri Kembangkuning, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada Ahad, 18 November 2018.

Almarhum Dufi dimakamkan di TPU Budi Dharma, Semper, Jakarta Utara, Senin, 19 November 2018. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...