Minggu | 24 Januari 2021 |
×

Pencarian

BATAM

Memodernisasi Seluruh Peralatan untuk Menekan Biaya Tarif Pelayanan di Pelabuhan Batuampar

MEDIAKEPRI.CO.ID Batam – Biaya tarif pelayanan di Pelabuhan Batu Ampar, Batam akan dibuat lebih efisien, bahkan bisa lebih murah dibandingkan daerah lain yang ada di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, usai memimpin rapat koordinasi bersama Dewan Kawasan (DK) Batam dan juga Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana di kantor Badan Pengusahaan Batam, Selasa, 2 April 2019.

Loading...

Dari pertemuan itu, dihasilkan satu keputusan bersama, yakni Pelindo I akan menanamkan investasinya senilai Rp 1,2 triliun untuk pengembangan Pelabuhan Batuampar. Nantinya, Pelindo I akan di bantu oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam, untuk bersama-sama melakukan pengembangan dan modernisasi Pelabuhan Batu Ampar.

“Kita akan kembangkan pelabuhan Batu Ampar lebih baik lagi dari yang ada sekarang. Selain itu kita juga akan memodernisasi seluruh peralatannya,” ujar Wapres Jusuf Kalla.

Selanjutnya di tempat yang sama, Direktur Utama Pelindo 1, Bambang Eka Cahyana mengatakan, investasi untuk membeli peralatan dan perlengkapan demi efisiensi bongkar muat di pelabuhan.

“Investasi dibagi dalam dua fase. Pertama jangka pendek dan kedua jangka menengah. Total investasi jangka pendek Rp200 miliar dan jangka menengah Rp 1 triliun,” katanya.

Loading...

Untuk jangka pendek, Pelindo I akan membeli antara lain 3 unit harbour mobile crane dan 12 terminal tractor yang diharapkan sudah tiba di Batam dalam beberapa hari ke depan.

Ia optimistis, dengan pengadaan alat-alat itu, maka produktifitas di pelabuhan akan meningkat dalam satu bulan terakhir. Untuk jangka menengah, Pelindo I akan mendatangkan container crane yang dapat mengakomodir bongkar muat kapal besar.

Bambang menyatakan dengan peralatan-peralatan tersebut, biaya logistik bisa turun. “Pelabuhan Batam bisa jadi modern, karena sekarang masih pakai ‘crane’ darat” kata dia.

Di tempat yang sama, Kepala BP Kawasan Batam, Edy Putra Irawady mengakui biaya logistik di Pelabuhan Batuampar relatif tinggi.

Saat ini, Pelabuhan Batuampar masih menggunakan “crane” dengan kapasitas kecil, sehingga pengerjaan bongkar muat menjadi lama.

“Sekarang dalam 1 jam, 5 box kargo. Kalau pakai ‘crane harbour mobile crane’, dalam 1 jam bisa 45 box kargo, sehingga kapal tak perlu nginap,” imbuhnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, Wali Kota Batam, Rudi dan Kepala BP Batam Edy Putra Irawady. (sal).

Loading...
Loading...